Minyak Mentah Dekati USD89 Setelah Arab Saudi Pangkas Harga ke Asia
:
0
Harga minyak mentah dunia diperdagangkan merosot mendekati level USD89 per barel pada Selasa (6/10) setelah mencatatkan penurunan selama dua sesi berturut-turut.(Foto: Magnific)
EmitenNews.com - Harga minyak mentah dunia diperdagangkan merosot mendekati level USD89 per barel pada Selasa (6/10) setelah mencatatkan penurunan selama dua sesi berturut-turut. Sementara itu, minyak mentah jenis Brent bergerak mendekati USD100 per barel pada hari yang sama.
Penurunan harga komoditas energi ini tertekan oleh indikasi pulihnya pengiriman minyak mentah dari kawasan Timur Tengah menuju level sebelum konflik.
Laporan JPMorgan yang dikutip Trading Economics pada Selasa (6/10) mencatat pengiriman minyak mentah telah pulih hingga 17,5 juta barel per hari, atau mencapai 98 persen dari level sebelum perang. Sementara itu, aliran produk olahan seperti diesel dan bensin mencapai 3 juta barel per hari, atau sekitar 58 persen.
Produsen di kawasan Teluk dilaporkan meningkatkan pengiriman volume minyak melalui Selat Hormuz meski menghadapi peningkatan risiko pelayaran. Irak tercatat sedang berupaya menyewa kapal tambahan untuk mengangkut kargo melalui jalur air tersebut, sedangkan Kuwait menyatakan tingkat produksi minyaknya berada di kisaran 75 persen dari level sebelum perang Iran.
Selain peningkatan arus pasokan, Arab Saudi memotong harga jenis minyak mentah andalannya secara tajam untuk pembeli di kawasan Asia seiring membaiknya aliran pasokan pasar. Di sisi lain, para pelaku pasar masih menunggu rilis laporan Prospek Energi Jangka Pendek dari Badan Informasi Energi (EIA) AS untuk memperoleh wawasan terbaru mengenai kondisi pasar energi AS.(*)
Related News
Emas Tertahan Kenaikan Dolar AS dan Yield Obligasi di USD4.150
Saham Teknologi Angkat Bursa AS, Nasdaq Tembus Rekor Baru
BBRI Siapkan Rp3,25 Triliun Lunasi Obligasi Jatuh Tempo, Ini Sumbernya
Perluas Jangkauan Global, GMF (GMFI) Operasikan MRO di Bandara Oman
Rupiah Melemah ke Rp17.917, Pengamat Soroti Pasokan BBM
Risiko Gagal Bayar Rendah, Fitch Afirmasi Peringkat BJBR AA-(idn)





