Minyak Tembus USD102, B50 Sudah Tersedia di 94% SPBU
:
0
PT Pertamina Patra Niaga berhasil menyalurkan biodiesel 50 persen (B50) ke 6.050 SPBU atau setara 94 persen dari total jaringan SPBU nasional per 5 September 2026.(Foto: Oto Dream)
EmitenNews.com - PT Pertamina Patra Niaga berhasil menyalurkan biodiesel 50 persen (B50) ke 6.050 SPBU atau setara 94 persen dari total jaringan SPBU nasional per 5 September 2026. Akselerasi penyerapan energi terbarukan ini menjadi benteng ketahanan energi Indonesia saat harga minyak mentah dunia melambung ke level USD102 per barel.
Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, menyampaikan capaian tersebut dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XII DPR RI di Jakarta pada Selasa (8/9/2026). Sisa 362 SPBU yang belum beralih masih dalam proses menghabiskan persediaan B40, terutama di kawasan Maluku dan Papua.
Berdasarkan data InfoPublik, penyerapan B50 di 121 terminal BBM Pertamina berjalan hampir menyeluruh. Kendala distribusi hanya tersisa di Terminal BBM Sintang, Kalimantan Barat, akibat penurunan debit air sungai.
"Masih 362 SPBU yang belum menyalurkan B50 karena masih menyalurkan B40. Untuk di Maluku dan Papua masih menghabiskan stok B40, karena stok masih cukup banyak," ujar Mars Ega.
Sebelumnya, Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, mencatat total penyaluran B50 nasional berada di kisaran 75–80 persen per 31 Agustus 2026, di mana SPBU Pertamina telah menembus 90 persen.
“Posisinya itu antara 75-80 persen kalau total penyaluran, ya. Tetapi (SPBU) Pertamina sudah 90 persen,” kata Eniya.
Kadin Indonesia Institute menilai akselerasi B50 menjadi instrumen krusial penahan tekanan devisa negara di tengah tingginya harga energi dunia. Kebijakan ini berpotensi memangkas impor solar hingga 18 juta kiloliter serta menghemat devisa sekitar Rp170 triliun.
Director of Insight Kadin Indonesia Institute, Fakhrul Fulvian, menegaskan pentingnya B50 bagi penguatan neraca pembayaran nasional.
“Selama ini ketika neraca pembayaran tertekan, kita banyak berbicara mengenai bagaimana membawa dolar masuk ke Indonesia. B50 bekerja dari arah sebaliknya: mengurangi kebutuhan dolar untuk keluar sekaligus mengubah sumber daya domestik menjadi kapasitas energi nasional,” ujar Fakhrul Fulvian.
Percepatan distribusi B50 ke ribuan SPBU ini secara langsung menekan ketergantungan Indonesia terhadap pasokan energi impor, sekaligus menjaga stabilitas devisa di tengah gejolak pasar minyak mentah global.(*)
Related News
IHSG Pagi Menghijau Dekati 6.700, Investor Waspadai Harga BBM
Minyak Tekan Wall Street, IHSG Bangkit
IHSG Sideways, Pelototi Saham ANTM, DSSA, EMAS, dan ELSA
Balé by BTN Mudahkan Kaum Muda Miliki Rumah Idaman
BEI Lelang 11 Saham Bursa, Bagaimana Cara Ikutnya?
Analis Prediksi IHSG Uji Lagi Level 6.700, Asal Penuhi Syarat Ini





