EmitenNews.com—PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) mencatatkan penurunan laba bersih hingga akhir Desember 2022. Pengelola Rumah Sakit Mitra Keluarga ini membukukan laba sebesar Rp1 triliun atau turun 17,97% dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp1,22 triliun.

 

Dikutip dari keterbukaan informasi perseroan, Jumat (7/4/2023), sejalan dengan itu, pendapatan perseroan juga susut 6,98% menjadi Rp4,04 triliun, dari sebelumnya sebesar Rp4,35 triliun. Berdasarkan segmennya, pendapatan rawat inap tercatat sebesar Rp2,66 triliun, turun dari sebelumnya sebesar Rp2,83 triliun.

 

Sementara itu, pendapatan rawat jalan tercatat sebesar Rp1,38 triliun, turun dari sebelumnya Rp1,51 triliun.

 

Berdasarkan wilayah geografisnya, pendapatan di wilayah Jakarta dan Jawa Barat tercatat sebesar Rp3,30 triliun. Kemudian, wilayah Tegal dan Surabaya tercatat sebesar Rp743,05 miliar.

 

Dari sisi pengeluaran, beban pokok pendapatan tercatat sebesar Rp1,97 triliun, turun dari sebelumnya Rp2,09 triliun. Sedangkan, beban usaha perseroan naik menjadi Rp647,55 miliar dari sebelumnya Rp555,22 miliar.

 

Secara rinci, beban penjualan MIKA naik menjadi Rp792,72 miliar, dari sebelumnya sebesar Rp665,17 miliar, serta beban lainnya tercatat sebesar Rp3,33 miliar, dari sebelumnya Rp5,91 miliar.

 

Total nilai aset MIKA per Desember 2022 naik tipis 0,83% menjadi Rp6,91 triliun, dari posisi akhir Desember 2021 sebesar Rp6,86 triliun. Liabilitas perseroan tercatat sebesar Rp786,20 miliar, dan ekuitas sebesar Rp6,13 triliun.

 

Di tahun 2023 ini, perseroan menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp800 miliar. Alokasi capex ini naik dari tahun lalu yang hanya sebesar Rp750 miliar.

 

Selain untuk membangun rumah sakit baru, MIKA akan melakukan ekspansi bisnis dengan membeli dan menambah alat-alat medis bagi rumah sakit yang sudah beroperasi. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas serta kompleksitas pada layanan rumah sakit perseroan.