MMIX Genjot Ekspansi, Gandeng PT SAI Indonesia, Hingga Bangun Pabrik
:
0
Potret manajemen PT Multi Medika Internasional (MMIX). Foto: EmitenNews/Rifki
EmitenNews.com - PT Multi Medika Internasional (MMIX) berhasil mengantongi kerja sama strategis dengan PT SAI Indonesia guna memperluas memperluas bisnis ke pasar tradisional dan sektor Fast-Moving Consumer Goods (FMCG).
Direktur Utama MMIX, Mengky Mangarek menyampaikan, atas kerja sama tersebut perseroan memproyeksikan membuka 300 ribu toko baru di pasar tradisional. Karena itu, MMIX membidik target penjualan di tahun 2026 sebesar Rp388 miliar.
"Baru dua minggu lalu menandatangani kerja sama dengan PT SAI Indonesia. Hal inilah yang kita harapkan bisa menambah pertumbuhan sampai 90 persen dari sales," ujar Mengky dalam public expose MMIX, Jumat (26/6).
Sementara itu, terkait alokasi belanja modal atau Capital Expenditure (capex), MMIX menyatakan telah mengumpulkan akumulasi dari laba bersih hingga mencapai Rp28 miliar. Namun, perseroan tetap membuka potensi peningkatan capex hingga 20 persen.
Perseroan akan fokus menginvestasikan anggaran tersebut pada lini produk yang telah memiliki pasar pasti atau captive buyer, seperti popok bayi dan tisu basah.
Selain itu, perseroan juga akan membuka pabrik Baby Diapers, yang diharapkan dapat meningkatkan pendapatan dan profitabilitas perusahaan, menjaga kualitas produk, keterjaminan supply-chain, mengurangi ketergantungan impor dan resiko nilai tukar mata uang sekaligus memperkuat industri manufaktur dalam negeri.
Sementara itu, pada Kuartal I 2026, MMIX membukukan pendapatan sebesar Rp50,1 miliar, meningkat 2,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp48,8 miliar. Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan tersebut, laba bersih Perseroan juga meningkat signifikan menjadi Rp1,5 miliar, atau tumbuh 20,6% dibandingkan Kuartal I 2025.
Di sisi inovasi produk, MMIX terus memperluas kategori produk melalui peluncuran berbagai produk baru, antara lain Mini Wet Wipes, Travel Tissue, serta Adult Diapers di paruh kedua tahun 2026.
Saat ini Perseroan memiliki jaringan distribusi yang kuat dengan lebih dari 75 distribution center dan menjangkau lebih dari 50.000 titik penjualan di seluruh Indonesia melalui jaringan modern trade, general trade, farmasi, hotel restoran kafe (horeka), B2B serta e-commerce.
“Dari sisi pasar, Perseroan melihat peluang besar pada industri popok bayi nasional yang diproyeksikan tumbuh dengan CAGR sekitar 11,6% selama periode 2025–2032," pungkasnya.
Related News
Usai RUPS, PART Ketok Dividen dan Ubah Jajaran Komisaris
DEWA Bagi Dividen Perdana, Karni Ilyas Komisaris
Kantongi Izin, BHIT Gaspol Private Placement 8,6 Miliar Lembar
Kebut Program ini, BUMI Jual Saham Citra Palu Mineral
LSIP Jadwal Dividen 30 Persen Laba, Tembus Rp566,05 Miliar
IPCC Catat Pertumbuhan Operasional 14,6% di Kuartal II 2026





