MNC Digital (MSIN) Beber Alasan Listing di Bursa Luar Negeri
Potret Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT MNC Digital Entertainment Tbk. Foto: MSIN
EmitenNews.com - PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) bakal melakukan pencatatan saham (listing) di bursa luar negeri, sejalan dengan upaya perseroan untuk memperluas akses ke pasar global.
Rencana tersebut menjadi salah satu agenda Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dilaksanakan di Jakarta, Rabu (8/4/2026) lalu. Dalam rapat tersebut, manajemen menjelaskan alasan di balik rencana aksi korporasi itu.
Direktur Utama MSIN, Angela Tanoesoedibjo mengatakan, rencana tersebut sejalan dengan arah pengembangan bisnis perseroan yang kini semakin fokus membidik pasar internasional, khususnya dalam sektor konten dan bisnis digital.
"Seiring dengan perkembangan bisnis perseroan yang kini menargetkan pasar internasional dalam pengembangan konten dan bisnis digitalnya, perseroan memandang penting untuk meningkatkan eksposur global agar perseroan dapat lebih dikenal serta diakses oleh pelaku pasar modal internasional," katanya, dikutip Kamis (9/4).
Menurut Angela, pencatatan saham di bursa luar negeri mampu memperkuat visibilitas internasional MSIN sekaligus memperluas basis investor, baik institusional maupun ritel di pasar global.
Di samping itu, lanjut Angela, langkah tersebut juga dapat meningkatkan likuiditas perdagangan saham perseroan melalui dukungan pasar yang lebih luas dan profil investor yang lebih beragam.
"Dengan semakin luasnya profil investor serta dukungan likuiditas pasar yang kuat, perseroan optimistis langkah ini dapat meningkatkan likuiditas perdagangan saham serta memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi seluruh pemegang saham," tuturnya.
Selain memperluas basis investor, rencana pencatatan saham di luar negeri juga diharapkan membuka akses pendanaan yang lebih luas bagi perseroan untuk mendukung strategi pertumbuhan jangka panjang.
"Diharapkan dapat membuka akses yang lebih luas terhadap sumber permodalan internasional, sehingga perseroan memiliki fleksibilitas yang lebih besar dalam mendukung strategi pertumbuhan dan ekspansi usaha di masa mendatang," ujar Angela.
Related News
KrediOne Dorong Literasi Keuangan Lewat “Pindar Mengajar” di UNRI
ITMG Tancap Gas Eksplorasi, Gelontorkan Rp6,7 Miliar di Awal 2026
Dividen Jumbo BBRI Rp52,1T Setara 92 Persen Laba, Yield 6,1 Persen
RMKO Umumkan Rights Issue dan Rombak Manajemen
Dividen Final 2025 CMRY Rp100 per Saham, Recording Date 21 April
NIKL Bagikan Dividen USD292 Ribu, Setara 30 Persen Laba Minimalis





