EmitenNews.com - PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) memperkuat arah bisnis jangka panjangnya di sektor infrastruktur digital dengan menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) bersama AALTO HAPS Limited, anak usaha Airbus. Kerja sama ini difokuskan pada pengembangan teknologi Stratospace berbasis High Altitude Platform System (HAPS) untuk mendukung perluasan dan ketahanan konektivitas telekomunikasi di Indonesia.

Penandatanganan MoU yang berlangsung di Barcelona pada 2 Maret 2026 ini menjadi kelanjutan dari kerja sama serupa yang telah dijalin sejak 2023. Dalam kolaborasi tersebut, AALTO akan bertindak sebagai penyedia layanan konektivitas Stratospace sekaligus operator Stratocraft, sementara Mitratel berperan sebagai penyedia dan pengelola infrastruktur menara yang dibutuhkan guna mendukung implementasi teknologi tersebut di lapangan.

Manajemen Mitratel menegaskan bahwa perluasan kerja sama ini masih berada pada tahap kajian mendalam. Kedua pihak akan melakukan studi kelayakan komprehensif yang mencakup aspek bisnis, finansial, teknis, hingga regulasi, guna memastikan setiap potensi implementasi dilakukan secara prudent dan selaras dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik.

Chief Executive Officer Mitratel, Theodorus Ardi Hartoko, menegaskan bahwa kolaborasi ini sejalan dengan komitmen Mitratel dalam memperkuat ekosistem infrastruktur digital nasional Indonesia. “Melalui kolaborasi strategis dengan AALTO, kami berupaya membangun model sinergi terintegrasi antara infrastruktur menara dan teknologi HAPS guna meningkatkan kualitas, cakupan, serta ketahanan layanan telekomunikasi di Indonesia. Perpanjangan Nota Kesepahaman ini memberikan landasan yang lebih kuat bagi kedua pihak untuk melakukan kajian komprehensif serta menyusun peta jalan implementasi yang terukur dan selaras dengan prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance),” ujarnya di Barcelona, Senin (2/3/2026).

Kolaborasi ini akan dilaksanakan dengan menjunjung tinggi prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik serta mematuhi seluruh kerangka hukum dan regulasi yang berlaku di Indonesia maupun yurisdiksi terkait.

Secara terpisah, Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Indonesia, Seno Soemadji, menyampaikan bahwa inisiatif kolaborasi ini merupakan bagian dari strategi Telkom Group dalam mengeksplorasi solusi konektivitas masa depan yang melengkapi infrastruktur terestrial. “Kolaborasi ini mencerminkan komitmen strategis jangka panjang TelkomGroup dalam membangun infrastruktur digital nasional yang future-ready dan berdaulat bagi Indonesia. Seiring dengan percepatan ekonomi digital, ketahanan serta pemerataan konektivitas menjadi faktor kunci dalam meningkatkan daya saing nasional. Kami memandang teknologi HAPS sebagai enabler strategis untuk memperluas cakupan layanan, memperkuat resiliensi jaringan, serta membuka peluang model layanan baru, khususnya di wilayah dengan tantangan geografis dan keterbatasan akses. Perpanjangan Nota Kesepahaman ini menghadirkan kerangka kerja yang terstruktur guna memastikan setiap implementasi ke depan dapat berjalan secara berkelanjutan, memilki tata kelola yang baik, serta selaras dengan agenda transformasi digital nasional Indonesia,” ujar Seno Soemadji.

Sementara itu, Chief Executive Officer AALTO, Hughes Boulnois, menyampaikan bahwa penguatan kolaborasi ini dilakukan di tengah meningkatnya momentum komersial teknologi Stratospace. “Kami memperkuat kolaborasi dengan Mitratel pada saat teknologi Stratospace menunjukkan potensi komersial yang semakin kuat. Dengan kemampuan Zephyr dalam menghadirkan konektivitas langsung ke perangkat (direct-to-device), kami dapat membantu menutup kesenjangan cakupan di wilayah 3T Indonesia serta meningkatkan ketahanan jaringan nasional. Komitmen para mitra kami di kawasan Asia-Pasifik menjadikan wilayah ini sebagai pusat pertumbuhan AALTO sekaligus bagian penting dari babak baru konektivitas global,” ujarnya.

Sebagai bagian dari PT Telkom Indonesia Tbk Group, kolaborasi ini juga sejalan dengan strategi jangka panjang Telkom dalam membangun infrastruktur digital nasional yang future-ready. Teknologi HAPS dipandang sebagai pelengkap strategis bagi jaringan eksisting untuk meningkatkan resiliensi, pemerataan, dan kualitas layanan telekomunikasi nasional.

Dengan diperpanjangnya MoU hingga Oktober 2027, Mitratel dan AALTO membuka ruang yang lebih luas untuk menyempurnakan peta jalan implementasi teknologi Stratospace. Sinergi ini diharapkan menjadi fondasi penting dalam mendorong transformasi digital Indonesia sekaligus memperkuat daya saing infrastruktur telekomunikasi nasional di masa depan.