IDXINDUST

 0.00%

IDXINFRA

 0.00%

IDXCYCLIC

 0.00%

MNC36

 0.00%

IDXSMC-LIQ

 0.00%

IDXHEALTH

 0.00%

IDXTRANS

 0.00%

IDXENERGY

 0.00%

IDXMESBUMN

 0.00%

IDXQ30

 0.00%

IDXFINANCE

 0.00%

I-GRADE

 0.00%

INFOBANK15

 0.00%

COMPOSITE

 0.00%

IDXTECHNO

 0.00%

IDXV30

 0.00%

IDXNONCYC

 0.00%

Investor33

 0.00%

IDXSMC-COM

 0.00%

IDXBASIC

 0.00%

IDXESGL

 0.00%

DBX

 0.00%

IDX30

 0.00%

IDXG30

 0.00%

KOMPAS100

 0.00%

PEFINDO25

 0.00%

BISNIS-27

 0.00%

ISSI

 0.00%

MBX

 0.00%

IDXPROPERT

 0.00%

LQ45

 0.00%

IDXBUMN20

 0.00%

IDXHIDIV20

 0.00%

JII

 0.00%

IDX80

 0.00%

JII70

 0.00%

SRI-KEHATI

 0.00%

SMinfra18

 0.00%

Musk Kalahkan Bezos Untuk Proyek Pendarat ke Bulan NASA

18/04/2021, 10:03 WIB

Musk Kalahkan Bezos Untuk Proyek Pendarat ke Bulan NASA

EmitenNews - Bos Amazon, Jeff Bezos boleh saja mengalahkan Elon Musk sebagai miliarder terkaya di dunia. Tapi Musk berhasil mengalahkan Bezos dalam perebutan kontrak NASA untuk proyek Artemis, pesawat ruang angkasa pendarat manusia ke bulan.


Sejumlah media di Amerika memberikan keputusan badan antariksa AS, NASA, yang memilih perusahaan milik Elon Musk, Space Exploration Technologies Corp (SpaceX) untuk mengembangkan sistem pendaratan astronot di bulan. SpaceX mengalahkan dua penawar lainnya, Blue Origin milik miliarder Jeff Bezos dan Dynetics (Leidos Holdings Inc.)


NASA memberikan kontrak pendarat manusia senilai USD2,9 miliar pada hari Jumat (16/4/2021) setelah 10 bulan pekerjaan pengembangan. Kontrak SpaceX mencakup dua pendaratan di bulan: penerbangan uji ke permukaan tanpa awak diikuti dengan perjalanan yang membawa astronot.



Rencana SpaceX akan bergantung pada kendaraan Starship dan roket Super Heavy, yang juga sedang dalam pengembangan, sebagai sistem pendaratan bulan yang terintegrasi penuh. Pesawat Starship mendekati tes kelimanya setelah empat kecelakaan sebelumnya mengalami kecelakaan termasuk kebakaran dan ledakan.



“Kami memberikan kontrak SpaceX mengingat alokasi yang kami miliki dan apa yang kami yakini sebagai anggaran yang realistis di tahun-tahun mendatang,” kata Steve Jurczyk, penjabat administrator NASA.



Pejabat NASA mengatakan mereka tetap berkomitmen menggunakan roket SLS dari Boeing Co. dan kapsul awak Orion dari Lockheed Martin Corp. Keduanya mendapat dukungan Kongres meskipun ada penundaan ekstensif dan pembengkakan biaya - untuk menerbangkan astronot ke orbit bulan sebagai bagian dari program Artemis.


Ini berarti SpaceX's Starship dan roket Super Heavy tidak akan membawa astronot NASA dari dan kembali ke bumi seperti rencana ambisius Musk saat ini. Selama ini bos Tesla memang punya rencana ambisius memproduksi kendaraan komersial untuk pendaratan, termasuk perjalanan mengelilingi bulan dan untuk mengangkut para perintis masa depan ke Mars.


Author: F J