EmitenNews.com - Transaksi jumbo terjadi pasar negosiasi saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) pada sesi I perdagangan Rabu (7/10).

Data Stockbit menunjukkan, terdapat transaksi di harga Rp2.588 sebanyak tiga kali. ada pukul 09:31:01 WIB sebanyak 16.666.667 saham, disusul pukul 09:38:09 WIB sebanyak 5.000.000.000 saham, dan pukul 09:39:05 WIB sebanyak 5.067.421.703 saham.

Dengan demikian, total transaksi nego pagi ini mencapai 10.084.088.370 saham atau setara dengan Rp26,09 triliun.

Transaksi itu ditengarai tindak lanjut dari H Isam yang ingin mengakuisisi emiten raksasa batu bara milik Low Tuck Kwong.

Pasalnya, dalam keterbukaan informasi (6/10), manajemen BYAN mengonfirmasi adanya perubahan nilai CSPA atau Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat yang ditandatangani bersama PT Jhonlin Baratama.

Dalam perubahan tersebut, jumlah saham biasa Perseroan yang dialihkan disepakati meningkat menjadi 10.084.088.370 lembar saham. Artinya, jumlahnya sama persis dengan transaksi nego yang terjadi.

Padahal, sebelumnya, dalam keterbukaan informasi tertanggal 17 September 2026, jumlah saham yang akan dialihkan kepada PT Jhonlin Baratama tercatat sebanyak 10.000.000.500.

Bersamaan dengan itu, harga saham BYAN di pasar reguler terpantau melemah 6,13% atau turun 825 poin ke level 12.626.