Neraca Perdagangan RI Surplus Sepanjang 2025, Ini Penyumbang Terbesar
:
0
Ilustrasi tumpukan kontainer dalam aktivitas ekspor impor. Dok. Kementerian Keuangan.
EmitenNews.com - Neraca perdagangan Indonesia membukukan surplus. Dalam catatan Badan Pusat Statistik (BPS) ini adalah surplus 68 bulan secara beruntun sejak Mei 2020. Neraca perdagangan nonmigas menyumbang surplus USD60,75 miliar. Komoditas lemak dan minyak hewani/nabati penyumbang surplus terbesar.
"Surplus sepanjang Januari hingga Desember 2025 terutama ditopang surplus nonmigas USD60,75 miliar, sedangkan komoditas migas defisit USD19,70 miliar," ujar Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono dalam rilis BPS, Senin (2/2/2026).
BPS merinci, komoditas lemak dan minyak hewani/nabati menjadi penyumbang surplus terbesar dengan nilai ekspor USD34,36 miliar. Selanjutnya, nilai ekspor komoditas bahan bakar mineral sebesar USD32,04 miliar serta besi dan baja dengan nilai ekspor USD27,9 miliar.
Inilah 10 komoditas penyumbang surplus dari golongan barang non migas sepanjang Januari hingga Desember 2025:
Lemak dan minyak hewani/nabati USD34,36 miliar
Bahan bakar mineral USD32,04 miliar
Besi dan baja USD27,97 miliar
Mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya USD19,19 miliar
Kendaraan dan bagiannya USD12,17 miliar
Logam mulia dan perhiasan/permata USD11,66 miliar
Related News
B50 Bisa Gerus Ekspor Sawit Nasional, Gapki Ungkap ada Masalah Serius
Harga Emas Global Stabil di USD4.150, Antam Naik Rp7.000
RI Ungguli China, Negara Asia Mana Tumbuh Tercepat 2026?
Pendapatan OpenAI Meleset, Bursa Teknologi AS-Jepang Rontok
Menperin Naikkan Target Kontribusi Industri ke 25% PDB
Trump Tahan Serangan, Harga Minyak Mentah Turun





