Net Sell Rp1,5 Triliun Namun IHSG Naik 0,08 Persen. 5 Saham Ini Yang Dijual Asing di Sesi I
:
0
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga sesi I perdagangan saham Jumat (18/12) ditutup menguat 0,08 persen, atau naik 5,301 poin ke level 6.118,683. Sebanyak 243 saham menguat, 213 saham melemah, dan sisanya stagnan. Adapun transaksi perdagangan mencapai Rp12,536 triliun dari 19 miliar saham yang diperdagangkan. Namun sayangnya investor asing mencatat penjualan bersih alias net sell diseluruh pasar sebesar Rp1,538 triliun. Saham-saham dengan penjualan bersih terbesar asing adalah .PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 123,9 miliar , PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) senilai Rp63,6 miliar , PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 117,8 miliar, Indofood CBP Tbk (ICBP) senilai Rp42 miliar dan PT Indofood Sukses Makmur (INDF) senilai Rp17 miliar. Dari 10 indeks sektoral yang ada, tercatat sebanyak 8 sektor pendorong kenaikan IHSG diantaranya sektor Agri naik 1,93 persen, sektor per tambangan naik 0,29 persen, sektor manufaktur naik 0,45 persen, sektor perdagangaan naik 0,32 persen, sektor Consumer menguat 0,56 persen, sektor property naik 1,79 persen, sektor Industri Dasar naik 0,22 persen, dan sektor Aneka Industri menguat 0,61 persen. Sedangkan sektor yang melemah antara lain; sektor Infrastruktur -0,14 persen, dan sektor Perbankan terkoreksi -0,58 persen. Saham-saham yang yang mengalami kenaikan harga diantaranya EMTK sebesar Rp400 menjadi Rp14.150 per lembar dan UNIC sebesar Rp230 menjadi Rp4.880 per lembar serta FIRE sebesar Rp190 menjadi Rp1.320 per lembar. Saham-saham yang mengalami penurunan harga diantaranya BYAN sebesar Rp400 menjadi Rp14.500 per lembar dan BBCA sebesar Rp375 menjadi Rp34.300 per lembar serta UNTR sebesar Rp300 menjadi Rp26.825 per lembar. Saham-saham yang teraktif diperdagangkan diantaranya ANTM sebanyak 52.608 kali senilai Rp1,26 triliun dan BRIS sebanyak 48.280 kali senilai Rp746,8 miliar serta AGRO sebanyak 43.224 kali senilai Rp617,3 miliar.
Related News
Bongkar Mitos Saham Murah! Kenapa PBV Rendah Bisa Jadi Jebakan?
Tekanan Margin, Menakar Arah Baru CEKA Usai Ditinggal Erry Tjuatja
Cuci Gudang Lanjut Terus, Laba UNVR Meroket Meski Kas Boncos
Jangan Asal Serok! Cara Bedain Laba Bersih Beneran di Laporan Keuangan
Harga Saham Big Banks Kompak Murah Meriah, Asing Kenapa?
Laba Sido Muncul (SIDO) Tertekan, Mengapa Saldo Kas Malah Melimpah?





