EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka kembali perdagangan saham PT Cipta Selera Murni Tbk. (CSMI) setelah nyaris sebulan lamanya digembok tanpa aktivitas jual-beli saham.

Pjs Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Endra Febri Styawan, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (6/11/2026), menuturkan suspensi saham tersebut dibuka kembali di Pasar Reguler dan Pasar Tunai mulai sesi pra pembukaan tanggal 6 November 2026.

Sebagai informasi, BEI mensuspensi saham CSMI pada perdagangan tanggal 7 Oktober 2026 karena terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan sebagai bentuk perlindungan bagi investor.

Berdasarkan data Stockbit, saham CSMI terkunci di level Rp515 selama 22 hari perdagangan, mulai 7 Oktober hingga 5 November 2026, tanpa transaksi.

Sebelum digembok, saham CSMI sempat dua kali sentuh Auto-Rejection Atas (ARA) beruntun. Pada 5 Oktober 2026, saham CSMI naik Rp80 atau 24,10% ke Rp412 dengan nilai transaksi Rp60,41 miliar. Sehari kemudian, 6 Oktober 2026, saham ini kembali ARA naik Rp103 atau 25% ke Rp515 dengan nilai transaksi Rp53,22 miliar.

Saham Langsung Ambruk Usai Lepas dari Suspensi Perdagangan

Begitu dibuka kembali pada perdagangan Jumat (6/11/2026), saham CSMI langsung ambruk. Pada pukul 09.00 JATS hingga jelang penutupan sesi I, saham CSMI tercatat jatuh ke dasar Auto-Rejection Bawah (ARB) di level Rp480, turun 35 poin atau 6,80% dengan nilai transaksi Rp111,74 juta.

BEI mengimbau kepada pihak-pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh Perseroan.