OBAT Operasikan Pabrik Baru, Targetkan Penjualan Naik 3X
OBAT ketika mencatatkan sahamnya di BEI
EmitenNews.com - PT Brigit Biofarmaka Teknologi Tbk bakal meresmikan pabrik baru pada pertengahan Februari tahun ini. Adapun pabrik ini akan memproduksi produk-produk suplemen herbal dalam bentuk kapsul kemasan strip, blister, botol dan cairan obat dalam baik kemasan sachet maupun botol.
Direktur Utama PT Brigit Biofarmaka Teknologi Tbk Is Heriyanto mengatakan dengan penambahan pabrik ini akan berkontribusi atas penjualan, “ini bisa menambah kontribusi omset hingga Rp250 miliar per tahun,” katanya pada media, Minggu (9/2).
Ia membeberkan peningkatan tersebut merupakan keberhasilan strategi penjualan perusahaan memperluas channel distribusi penjualan melalui apotek premium di berbagai wilayah di Indonesia.
Pabrik ini akan memproduksi produk solusi kesehatan berkualitas tinggi dalam berbagai jenis kemasan untuk didistribusikan ke berbagai apotek premium. Is optimis, mengingat sepanjang tahun 2024 proyeksi pendapatan usaha menembus angka lebih dari 100 persen.
“Adapun dana pendirian pabrik ini diluar penggunaan dana hasil IPO, karena dana IPO sudah ada peruntukannya, yakni untuk modal kerja,” jelasnya.
Terkait dividen, ia mengatakan proses audit tengah berlangsung dan setelah itu akan di gelar RUPS untuk memutuskan persentase keuntungan yang akan dibagikan pada para pemegang saham.
Tidak hanya memproduksi maklon dan produk solusi kesehatan berkualitas tinggi, PT Brigit Biofarmaka Teknologi Tbk juga menciptakan produk hasil penelitian perusahaan, yakni susu spirulina, neoalgae spirulina dan alat penyerap karbon dan pemurni udara yang baru pertama kalinya hadir di Indonesia yakni TreeAlgae. Ketiganya sudah memperoleh hak paten. ***
Related News
IMPC Siapkan Rp500 Miliar untuk Buyback 166 Juta Saham
Tambah Modal Anak Usaha, AMRT Gelontorkan Rp35 Miliar ke Lancar Wiguna
Bursa Efek Filipina Catat Kepemilikan Saham Pertamina NRE di CREC
Fundamental Solid, Kredit BBNI Melesat 16 Persen
Kinerja IOTF Solid, EBITDA Meningkat Dua Kali Lipat
Kuartal III 2025, Laba HEXA Terpangkas 12,36 Persen





