EmitenNews.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat realisasi penghimpunan dana (fundraising) di pasar modal mencapai Rp169,5 triliun sepanjang tahun 2026. Realisasi tersebut hampir mencapai 70 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp250 triliun.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi juga menyampaikan bahwa terdapat Rp27,61 triliun yang saat ini dalam pipeline fundraising.

Jumlah itu terdiri perusahaan yang hendak IPO, rights issue, maupun dari obligasi korporasi hingga rencana refinancing efek bersifat utang dan sukuk senilai Rp24 triliun.

“Kalau realisasi sampai saat ini Rp169,5 triliun, pipeline tadi Rp27,61 triliun. Lalu potensi penambahan yang jatuh tempo saja, sampai akhir tahun yang kemungkinan refinancing efek bersifat utang dan sukuk itu Rp24 triliun. Berarti masih ada peluang kita untuk mencapai target yang dimaksud,” ujar Hasan kala diwawancarai di gedung BEI, Jumat (2/10) petang.

5 Emiten Antre IPO

Sementara dari sisi Initial Public Offering alias IPO, Hasan mengungkapkan terdapat 5 perusahaan yang saat ini berada dalam pipeline. Dari kelima calon emiten tersebut, perkiraaan emisinya berada di atas Rp2 triliun.

Meski begitu, Hasan tidak merinci dari kelima perusahaan itu berasal dari sektor mana saja.

“Tentu tahun ini mudah-mudahan masih ada penambahannya. Masih ada sisa waktu 3 bulan. Tapi yang di pipeline dari Rp27 triliun itu, lima di antaranya adalah perusahaan yang berminat melakukan IPO,” jelas Hasan.

Sedangkan dari data BEI per September 2026, jumlah perusahaan yang tengah antre menggelar IPO terdapat tujuh calon emiten. Tiga di antaranya berasal dari sektor healthcare, dua perusahaan dari sektor energi, satu perusahaan dari sektor consumer non-cyclicals, dan satu perusahaan dari sektor industrial.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Saidu Solihin merinci dari ketujuh calon emiten tersebut, menilik jumlah asetnya dua perusahaan masuk kategori skala kecil di bawah Rp50 miliar, dua perusahaan masuk skala menengah yaitu Rp50-Rp250 miliar, dan tiga perusahaan sisanya masuk skala jumbo yakni di atas Rp250 miliar.