OJK Tegaskan Pangsa Pasar Perbankan Syariah Tumbuh Jadi 7,3 Persen
:
0
EmitenNews.com -Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mirza Adityaswara mengatakan pangsa pasar perbankan syariah Indonesia meningkat menjadi 7,3 persen dari total industri perbankan nasional. "Posisi per Juni 2023 pangsa pasar perbankan syariah Indonesia tumbuh menjadi 7,3 persen dari total industri perbankan nasional," kata Mirza dalam Pertemuan Tahunan atau Ijtima’ Sanawi Dewan Pengurus Syariah (DPS) XIX Tahun 2023 yang diikuti virtual di Jakarta, akhir pekan kemarin.
Pertumbuhan tersebut ditopang oleh 13 bank umum syariah, 20 unit usaha syariah dan 171 bank perekonomian rakyat (BPR) syariah dengan sebaran porsi aset 65,7 persen bank umum syariah, 31,7 persen unit usaha syariah, dan BPR syariah sebesar 2,5 persen.
Mirza menuturkan angka tersebut menunjukkan bahwa industri perbankan syariah nasional berhasil mencatatkan pertumbuhan yang cukup baik setelah mengalami perlambatan akibat dampak pandemi COVID-19 dan kondisi global yang tidak menentu. Dari sektor pasar modal syariah, per akhir Agustus 2023 pangsa pasar produk sukuk korporasi, sukuk negara dan reksadana syariah mencapai 12,7 persen sedangkan pangsa pasar saham syariah telah mencapai 56 persen terhadap seluruh emiten saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.
Indonesia juga telah empat kali berturut-turut mendapatkan penghargaan tingkat internasional sebagai The Best Islamic Capital market yang diberikan oleh Global Islamic Financial Award sejak 2019 sampai 2022. Lebih lanjut, Mirza mengatakan industri keuangan syariah nasional memiliki potensi yang besar untuk tumbuh memenuhi kebutuhan pasar baik konsumen ritel maupun bisnis. "Industri keuangan syariah menawarkan layanan dan produk yang bervariasi dengan harga bersaing dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat," ujarnya.
Pengakuan dunia terhadap perkembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia salah satunya ditunjukkan melalui laporan Islamic Finance Development Report Tahun 2022 yang menempatkan Indonesia pada peringkat ketujuh aset keuangan syariah global. Capaian tersebut salah satunya ditopang dengan potensi permintaan Indonesia sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar yang mencapai sekitar 230 juta jiwa atau sekitar 87 persen dari total penduduknya.
Related News
Perhatikan Daya Beli, Pertamina Turunkan Harga Pertamax, Cek Datanya
JakOne Mobile Antar Bank Jakarta Raih Digital Excellence Awards 2026
Proyek SMA Unggul Garuda di Konawe Selatan Rp234M Mulai KBM
Koordinator MAKI Nilai Kualitas KPK Menurun, Mari Cek Faktanya
Leganya KDM, PLN Siap Serap Listrik PSEL Legok Nangka Hingga 2049
Alami Kesulitan, 490 Pemda Butuh Tambahan Anggaran Bayar Gaji PNS





