Optimalkan Pengelolaan Keuangan, IFG Gandeng BSI (BRIS) dan Bank Mega (MEGA)
Direktur Utama IFG Hexana Tri Sasongko menegaskan, pihaknya optimistis kerjasama dengan Bank Mega dan BSI akan memberikan dampak positif bagi IFG sebagai BUMN Holding Asuransi, Penjaminan, dan Investasi dalam menjalankan penugasan pemerintah, pengembangan bisnis yang menguntungkan melalui implementasi tata kelola dan manajemen risiko yang tepat, sert menjalankan misi IFG untuk membangun industri keuangan non perbankan di Indonesia yang terpercaya dan berkelanjutan.
Seperti diketahui, sejak dibentuk menjadi holding, IFG telah mengalami pertumbuhan kinerja keuangan. Dimana laba bersih IFG meningkat 50% dari Rp2,2 triliun di tahun 2020 menjadi Rp3,3 triliun di tahun 2022 dan Aset IFG secara konsolidasi bertumbuh 43.2% dari Rp92,5 triliun di tahun 2020 menjadi Rp132,5 triliun di tahun 2022.
Pencapaian kinerja keuangan IFG juga berdampak pada reputasi IFG di pasar. Hal ini dibuktikan dengan diberikannya kredit rating tertinggi AAA (Triple A) oleh PEFINDO yang menunjukkan IFG sebagai emiten penerbit surat utang dengan kelayakan kredit terbaik.
"Kerjasama ini sejalan dengan upaya transformasi yang IFG lakukan di bidang perbaikan dan penguatan keuangan di ekosistem IFG. Ke depannya, sinergi kami dengan perbankan akan terus ditingkatkan untuk mendukung inisiatif konsolidasi perbankan dalam IFG Group guna meningkatkan governance, efisiensi serta return pengelolaan keuangan," tegas dia.
Related News
InJourney Hidupkan Grand Hotel De Djokja, Daya Tarik Sudirman Suite
Tok! BI Rate Tetap 4,75 Persen, Antisipasi Dampak Perang Timur Tengah
Pasokan Listrik Untuk Idulfitri Aman, Cadangan Memadai
RI Berpotensi Kehilangan Devisa Rp184,88M/Hari Dampak Konflik Timteng
Harga Emas Antam Selasa Rp4.000 Per Gram
Posisi ULN Swasta Januari 2026 Turun USD1 Miliar





