EmitenNews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang daftar kepala daerah yang terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT). Bupati Sukoharjo Etik Suryani ditangkap dalam rangkaian Operasi Senyap KPK, sejak Kamis (9/7/2026) malam. KPK mengamankan logam mulia, serta uang rupiah, dan dalam mata uang asing.

Bupati Sukoharjo Etik Suryani bersama sejumlah orang lainnya dibawa ke Mapolresta Solo, sejak Kamis  malam, untuk menjalani pemeriksaan. Jumat pagi, Tim KPK, terlihat membawa sejumlah koper untuk dibawa ke Mapolresta Solo. Etik menjalani pemeriksaan KPK di Mapolresta Surakarta sejak Kamis pukul 20.00 WIB, dan baru keluar Mapolresta Solo Jumat pagi,) pukul 05.41 WIB. Politikus PDI Perjuangan itu, lalu dibawa tim penyidik KPK naik bus ke Bandara Adi Soemarmo, Boyolali, kemudian diterbangkan ke Jakarta. 

Terlihat Petugas KPK juga membawa enam koper beserta berkas-berkas lainnya. Kepada wartawan yang meminta konfirmasinya, saat meninggalkan Polresta, Bupati Etik yang memakai masker, baju hitam enggan berkomentar dan langsung bergegas jalan masuk ke bus yang membawa rombongan ke bandara.

Tim KPK Temukan Barang Bukti Logam Mulia, Uang Rupiah dan Asing

Tim KPK menemukan dan mengamankan logam mulia hingga uang dalam pecahan rupiah dan mata uang asing mencapai miliaran dalam Operasi Tangkap Tangan terhadap Bupati Sukoharjo Etik Suryani. KPK menduga barang bukti tersebut merupakan instrumen tindak pidana pemerasan yang dilakukan bupati.

"Selain mengamankan sejumlah orang tersebut, tim juga mengamankan barang bukti di antaranya dalam bentuk logam mulia, kemudian uang tunai, baik rupiah maupun valas, ada dolar Australia, kemudian juga ada dolar Singapura. Totalnya mencapai miliaran rupiah," ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih, Jakarta, Jumat.

Pada awal OTT, KPK mengamankan 18 orang untuk menjalani pemeriksaan awal di Polresta Surakarta. Dari jumlah itu, sebanyak 9 orang dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.

"Kloter pertama tadi sudah tiba di Gedung Merah Putih KPK sejumlah 4 orang. Salah satunya adalah bupati Sukoharjo dan 3 orang lainnya merupakan ASN di wilayah Kabupaten Sukoharjo," kata Budi.

Kloter berikutnya, Jumat siang tiba di Gedung Merah Putih KPK sejumlah 5 orang lagi. Tiga merupakan ASN di Pemkab Sukoharjo dan 2 lainnya adalah pihak swasta. Pihak-pihak tersebut di antaranya diamankan di wilayah Wonogiri, Solo, dan juga Sukoharjo. ***