EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemerin ditutup menguat 0,13 persen menjadi 8.944. Itu terjadi setelah sempat mencapai level intraday tertinggi baru di 8.970. Rupiah berlanjut terdepresiasi pada level Rp16.780 per dolar Amerika Serikat (USD). 

Secara teknikal, histogram positif MACD berlanjut menguat. Momentum beli mulai melemah, dan Stochastic RSI di area overbought. Sehingga perlu diwaspadai potensi terjadi aksi profit taking, terutama kalau ketegangan geopolitik global kembali memanas. 

Oleh sepanjang itu, sepanjang perdagangan hari ini, Kamis, indeks diperkirakan bergerak area support 8.850-8.900, dan posisi resistance 8.970-9.000. Berdasar data itu, Phintraco Sekuritas menjagokan saham Adaro Andalan (AADI), Alamtri (ADRO), Jasa Marga (JSMR), Bukalapak (BUKA), dan Pertamina Geo (PGEO). 

Di sisi lain, pemerintah akan memangkas target produksi mineral, dan batu bara tercantum dalam RKAB 2026. Itu dilakukan untuk mengendalikan keseimbangan supply dan demand sehingga dapat memulihkan harga mineral, dan batu bara penurunan pada tahun lalu akibat kelebihan pasokan. 

Kebijakan itu, diharap berdampak positif terhadap saham batu bara. Sementara itu, Presiden Prabowo mengumumkan keberhasilan Indonesia mencapai swasembada beras dalam waktu satu tahun, berencana merealisasikan swasembada untuk komoditas pangan lain secara berturut-turut setiap tahun.

Itu sejalan dengan program ketahanan pangan sebagai salah satu prioritas pemerintah. Investor akan menanti data cadangan devisa Indonesia Desember 2025. Jepang akan merilis data consumer confidence Desember 2025 ditaksir positif. Euro Area akan merilis sejumlah data ekonomi, seperti economic sentiment, tingkat pengangguran, dan consumer confidence. (*)