Pangsa Pasar Mobil China di Eropa Tembus 10 Persen, Jerman PHK Massal
:
0
Merek mobil asal Tiongkok yang memanfaatkan kelebihan kapasitas dan keunggulan harga berhasil merebut lebih dari 10 persen pangsa pasar penjualan mobil baru di Eropa. (Foto: China-ceec.org)
EmitenNews.com - Merek mobil asal Tiongkok yang memanfaatkan kelebihan kapasitas dan keunggulan harga berhasil merebut lebih dari 10 persen pangsa pasar penjualan mobil baru di Eropa untuk pertama kalinya pada Mei. Pencapaian ini memicu krisis bagi industri otomotif Jerman, yang kini terpaksa melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal dan penutupan pabrik akibat kalah bersaing dalam harga dan fitur kendaraan.
Mengutip data Asosiasi Produsen Mobil Eropa (ACEA), BigGo Finance melaporkan lonjakan penjualan pabrikan Tiongkok seperti BYD dan Chery membuat pangsa pasar gabungan mereka melampaui ambang batas 10 persen. Sebaliknya, penjualan total mobil baru di Eropa meskipun tumbuh 4 persen secara tahunan pada bulan Mei, namun pangsa pasar produsen tradisional seperti Volkswagen, Mercedes-Benz, Stellantis, dan Renault justru mengalami penurunan secara keseluruhan.
Firma riset pasar Dataforce mencatat, model hibrida dan hibrida plug-in, seperti SUV MG S9, sukses mendongkrak pangsa penjualan merek Tiongkok hingga mencapai 11 persen pada bulan Mei. Saat ini, produsen asal Tiongkok bahkan menguasai hampir seperempat dari total penjualan mobil baru hibrida di kawasan tersebut.
Analis Dataforce, Julian Litzinger, menjelaskan bahwa keberhasilan ini dipicu oleh kelincahan strategi produk Tiongkok dalam membaca pasar. "Produsen Tiongkok menyadari sejak awal bahwa konsumen Eropa belum siap untuk sepenuhnya beralih ke kendaraan listrik murni, dan mereka dengan cepat menyesuaikan bauran produk mereka—lebih cepat daripada sebagian besar produsen mobil Barat tradisional," kata Litzinger.
Harga Terjangkau
Ia menambahkan bahwa faktor pendorong utama adalah nilai ekonomis produk. Merek Tiongkok memungkinkan konsumen membeli kendaraan kelas atas dengan harga terjangkau. Sebagai contoh, di segmen SUV tujuh tempat duduk, MG S9 buatan Tiongkok dijual lebih murah daripada Volkswagen Tayron, namun menawarkan tenaga kuda lebih besar dengan kualitas yang teruji.
Menanggapi tekanan ini, produsen otomotif Jerman meluncurkan program efisiensi besar-besaran. Volkswagen berencana menghapus hingga 100.000 pekerjaan dalam beberapa tahun ke depan dan menutup empat pabrik di Jerman. Angka ini melipatgandakan target restrukturisasi sebelumnya yang hanya merencanakan pemangkasan 50.000 pekerjaan hingga tahun 2030.
Sementara itu, BMW mengumumkan investasi sebesar 1 miliar euro untuk restrukturisasi yang diprediksi memangkas 10.000 lapangan kerja dan mengurangi kapasitas produksi Eropa hingga 15 persen. Mercedes-Benz juga meniadakan bonus musim panas tahun ini, di mana sekitar 5.500 karyawan mereka telah menyepakati program pengunduran diri sukarela.(*)
Related News
Konsumen Kripto di Indonesia Capai 23,21 Juta, Ini kata Bittime
BNLI Gandeng OJK Gelar Permata CERITA, Literasi Keuangan di 24 Kota
Rencana MSCI Tidak Tepat, Reformasi Pasar Modal On The Right Track
Anomali, 10 Saham Menguat Kala IHSG Jebol 11,57 Persen
IHSG Terjun Bebas 11,57% Dekati 5.100 Usai Pengumuman MSCI
Konsultasi MSCI Dimulai, Rekam Jejak Hanya Peru & Nigeria yang Selamat





