IDXINDUST

 0.00%

IDXINFRA

 0.00%

IDXCYCLIC

 0.00%

MNC36

 0.00%

IDXSMC-LIQ

 0.00%

IDXHEALTH

 0.00%

IDXTRANS

 0.00%

IDXENERGY

 0.00%

IDXMESBUMN

 0.00%

IDXQ30

 0.00%

IDXFINANCE

 0.00%

I-GRADE

 0.00%

INFOBANK15

 0.00%

COMPOSITE

 0.00%

IDXTECHNO

 0.00%

IDXV30

 0.00%

IDXNONCYC

 0.00%

Investor33

 0.00%

IDXSMC-COM

 0.00%

IDXBASIC

 0.00%

IDXESGL

 0.00%

DBX

 0.00%

IDX30

 0.00%

IDXG30

 0.00%

KOMPAS100

 0.00%

PEFINDO25

 0.00%

BISNIS-27

 0.00%

ISSI

 0.00%

MBX

 0.00%

IDXPROPERT

 0.00%

LQ45

 0.00%

IDXBUMN20

 0.00%

IDXHIDIV20

 0.00%

JII

 0.00%

IDX80

 0.00%

JII70

 0.00%

SRI-KEHATI

 0.00%

SMinfra18

 0.00%

Para Siswa di Ibu Kota Tetap Belajar dari Rumah

25/03/2021, 00:22 WIB

Para Siswa di Ibu Kota Tetap Belajar dari Rumah

EmitenNews.com – Para siswa di Ibu Kota tetap belajar dari rumah. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan tetap menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau belajar dari rumah (BDR). Pandemi covid-19 masih berbahaya. Karena itu, sekolah-sekolah di wilayah Gubernur Anies Baswedan itu, tetap harus ditutup. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim membolehkan sekolah dibuka, setelah ada persetujuan pemda, dan komite sekolah. Dalam siara pers, Sabtu (2/1/2021), Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Nahdiana, mengungkapkan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sangat berhati-hati dalam mengambil kebijakan terkait pelaksanaan pembelajaran tatap muka secara langsung pada semester genap Tahun Ajaran 2020/2021. “Prioritas utama adalah kesehatan dan keamanan para peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan. Pembelajaran tatap muka belum dapat dilaksanakan, sehingga seluruh sekolah di DKI Jakarta tetap melanjutkan pembelajaran dari rumah (BDR)," kata Nahdiana. Meski demikian, Disdik DKI terus menyiapan pelaksanaan pembelajaran tatap muka dan bekerja sama dengan berbagai pihak terkait persiapan rencana pembelajaran tersebut. Beberapa rekomendasi telah diterima demi menjamin kesehatan dan keselamatan peserta didik dalam kebijakan pembelajaran tatap muka yang diambil itu. Sebelumnya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengeluarkan kebijakan terkait sekolah tatap muka di tengah pandemi. Nadiem kini memperbolehkan pembelajaran tatap muka di sekolah mulai 2020/2021. Tetapi, tetap harus ada persetujuan dari pemerintah daerah, dan pihak Komite Sekolah. "Mulai Januari 2021, ada tiga pihak yang menentukan apakah sekolah itu boleh dibuka atau tidak. Yang pertama, pemdanya sendiri, pemda atau dalam situasi yang lain kanwil atau kantor Kemenag," kata Nadiem Makarim dalam siaran YouTube Kemendikbud RI, 20 November 2020. ***


Author: M. Nasir