PART Siap Ekspansi dan Diversifikasi untuk Pertumbuhan Berkelanjutan
:
0
Kiri-Kanan: Direktur Utama PT Cipta Perdana Lancar Tbk (PART) Hamim tengah berbincang dengan Mantan Menteri Pertanian Anton Apriyantono dan pengamat pasar modal Yohannis Hans Kwee serta para investor dan pengusaha dari Malaysia pada acara Nusantara Investment & Opportunities 2025 dengan tema Strengthening Indonesia-Malaysia Business Synergi di Jakarta, Selasa (11/2).
EmitenNews.com -Sejak didirikan pada 2007, PT Cipta Perdana Lancar Tbk (PART) terus bertransformasi menjadi mitra utama dalam penyediaan suku cadang bagi industri otomotif, sanitary, dan elektronik. Dengan lebih dari 49 klien besar yang mempercayakan kebutuhan komponen mereka, PART memainkan peran strategis dalam menjaga kelangsungan rantai pasok manufaktur nasional.
PART mencatat kinerja keuangan yang impresif dengan rata-rata pertumbuhan pendapatan tahunan (CAGR) 27,3% sejak 2021. Pada 2024, laba bersih diperkirakan mencapai Rp23,3 miliar dengan net profit margin 9%, dengan pendapatan 2024 di optimis di angka Rp267 miliar, adapun saat ini kami masih dalam proses audit.
Dengan fondasi ini, perusahaan optimistis membukukan pertumbuhan pendapatan hingga 15% pada 2025. "Momentum pertumbuhan kami semakin kuat pasca IPO. Kami melihat potensi besar di berbagai sektor yang bisa kami sinergikan dengan keunggulan manufaktur kami," ujar Hamim, Direktur Utama PT Cipta Perdana Lancar Tbk (PART), dihadapan para investor dan pengusaha dari Malaysia pada acara Nusantara Investment & Opportunities 2025 dengan tema Strengthening Indonesia-Malaysia Business Synergi.
PT Cipta Perdana Lancar Tbk (PART) akan melakukan diversifikasi bisnisnya dari sektor otomotif pada manufaktur lainnya seperti pemenuhan kebutuhan tray food untuk kebutuhan program makan bergizi pemerintah dengan target produksi 1 juta tray food per bulan, serta diversifikasi di sektor alat pertanian. Sehingga Manajemen PT Cipta Perdana Lancar Tbk (PART) menargetkan pendapatan di akhir tahun 2025 akan menyentuh Rp1 triliun lebih dengan estimasi pertumbuhan lebih dari 200 persen. “Dengan asumsi tray food dan agribisnis bisa berjalan mulus pada tahun ini sesuai target perusahaan,” kata Hamim.
Hamim menyebutkan bahwa kontribusi perseroan pada program tray food ini karena kepedulian terhadap program pemerintah ini yang dianggap sangat baik demi perkembangan anak-anak Indonesia. Kebutuhan gizi anak-anak harus terpenuhi demi tumbuh kembangnya. Kita harus turut serta berkontribusi demi kemajuan Indonesia.
Untuk mencapai target tersebut, PART akan membangun fasilitas produksi baru seluas 8.000 m² yang akan meningkatkan kapasitas dan efisiensi produksi. Langkah ini diambil untuk menjawab permintaan pasar yang terus meningkat serta memperkuat peran PART dalam mendukung sektor manufaktur nasional.
Selain itu, PART mulai memasuki pasar food tray sebagai solusi kemasan yang higienis dan berkelanjutan, sejalan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah. Dengan target penjualan Rp364 miliar eksisting, inisiatif ini tidak hanya memperluas lini bisnis, tetapi juga berkontribusi dalam mendukung ekosistem penyediaan makanan sehat bagi masyarakat.
Selain sektor pangan, PART juga siap berkontribusi dalam penguatan sektor pertanian nasional dengan menyediakan alat dan mesin pertanian berkualitas tinggi. Berbekal pengalaman dalam fabrikasi baja dan plastik, perusahaan menargetkan kontribusi sebesar 5-10% terhadap total kebutuhan alat dan mesin pertanian dalam program pemerintah. Langkah ini diharapkan dapat membantu meningkatkan efisiensi sektor pertanian sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.
Sebagai perusahaan yang tumbuh bersama industri manufaktur nasional, PART melihat potensi besar dari arah kebijakan ekonomi yang berorientasi pada rakyat. “Kami optimistis dengan kebijakan pemerintah yang pro-industri dan diprediksi dapat mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 5-8%. Dengan fondasi yang kuat dan strategi yang tepat, PART siap berkontribusi dalam akselerasi ini,” ujar Hamim.
Selain potensi domestik, meningkatnya hubungan dagang dan investasi antara Indonesia dan Malaysia juga menjadi katalis pertumbuhan bagi PART. Dengan adanya komitmen kerja sama antara Presiden Prabowo dan Perdana Menteri Anwar Ibrahim, investasi dari Malaysia ke sektor manufaktur nasional semakin terbuka. Sebagai perusahaan yang turut didukung oleh investor Malaysia, PART melihat peluang ini sebagai dorongan untuk memperluas pasar dan meningkatkan kapasitas produksi guna memenuhi permintaan yang semakin meningkat.
Related News
Fitch Sematkan Outlook Negatif untuk BNI (BBNI)
Saham WIFI Resmi Masuk Indeks LQ45 ,IDX 80 dan SMinfra18
EMAS Absen Dividen, Fokus Benahi Manajemen dan Kejar IPO Global
ARGO Bangun Gudang J&T Rp120M, Kantongi Kontrak Jumbo 10 Tahun
Merah Total! IHSG Anjlok 3 Persen Lebih di Akhir Pekan
Akuisisi Jumbo! Investor Hong Kong Bidik Kendali Puri Sentul (KDTN)





