EmitenNews.com -Perjalanan Pasar Modal Indonesia yang di gadang-gadang bakal menciptakan berbagai pencapaian dan rekor positif terbaru di Tahun 2026 ternyata masih sekedar harapan yang menyisakan tangis dan keluh para investor. Padahal sebelumnya Para tokoh Nasional yang belakangan sering menyambangi Bursa Efek Indonesia seperti Menteri Keuangan Purbaya dan Para Anggota DPR menyampaikan optimisme terkait prospek IHSG yang akan menyentuh 10.000 dan nyatanya hari ini IHSG malah mengalami koreksi dalam dari 9.000 an ke level 5.800 an.

Sejak awal tahun 2026, IHSG sudah mengalami koreksi hingga 32 persen.

Pada perdagangan Rabu 3 Juni 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) malah melanjutkan tinta merah yang begitu merona dengan penurunan drastis hingga terkoreksi 4,11 persen atau setara 254,36 poin. Bahkan pada hari ini IHSG sempat menyentuh level terendah di 5.842. Jika melihat komentar para pelaku pasar dan investor di berbagai platform digital hingga media sosial, koreksi IHSG di 2026 ini menjadi lelucon yang di iringi tangis jika dibandingkan dengan Indeks di kawasan Asean yang cenderung menghijau.

Jika melihat IHSG saat ini dan membandingkan dengan 5 Tahun terakhir, sungguh IHSG telah kembali pada level 5 tahun lalu.

Mengutip dari tulisan Hendra Wardana yang disebut sebagai "Catatan Pasar" Dia menyatakan, ketika IHSG terus tergerus dan Rupiah kehilangan pijakan, yang sesungguhnya  runtuh bukanlah angka di layar-melainkan KEPERCAYAAN.

Pasar tidak gentar pada koreksi. Yang ditakuti pasar adalah ketidakpastian yang dibiarkan berlarut tanpa jawaban.

Arus Modal asing yang terus keluar bukan semata soal valuasi, melainkan cermin dari keraguan terhadap arah kebijakan dan konsistensi dalam menjaga iklim usaha.

Maka tugas terberat hari ini bukan menahan indeks atau menjaga kurs, melainkan memulihkan keyakinan bahwa negeri ini layak dipercaya.

Sebab modal tak pernah setia pada janji. Ia hanya menetap di tempat yang memberi KEYAKINAN dan KEPASTIAN.

Ironisnya Bulan ini adalah bulan terakhir menjelang pergantian tongkat kepemimpinan jajaran Direksi PT Bursa Efek Indonesia, perjalanan panjang Direksi BEI yang akan berakhir untuk periode tahun 2026, nampaknya meninggalkan legacy IHSG yang runtuh di hantam badai MSCI, FTSE, dan lembaga internasional lainnya yang memberikan sorotan tajam untuk Pasar Modal Indonesia.