Pasar Pantau Data PCE dan Laporan Nvidia, Wall Street Stabil
:
0
Wall Street. (Foto: Dok)
EmitenNews.com - Pergerakan kontrak berjangka saham Amerika Serikat stagnan pada Rabu menjelang rilis data Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) AS. Pasar keuangan global, termasuk pelaku pasar di Indonesia, mencermati indikator utama inflasi acuan Federal Reserve tersebut untuk mengukur arah kebijakan suku bunga global.
Selain data PCE, pelaku pasar memantau laporan keuangan kuartalan Nvidia yang dijadwalkan rilis setelah penutupan pasar. Kinerja keuangan perusahaan semikonduktor ini menjadi indikator penting untuk mengukur keberlanjutan permintaan global pada sektor infrastruktur kecerdasan buatan (AI).
Berdasarkan data Trading Economics, pergerakan stabil ini terjadi setelah tiga indeks utama Wall Street menguat pada perdagangan reguler Selasa. Indeks Dow Jones naik 0,3 persen, S&P 500 menguat 0,32 persen, dan Nasdaq Composite memimpin penguatan sebesar 0,66 persen yang didorong oleh kenaikan saham teknologi berbasis AI.
Penguatan bursa saham AS tersebut didorong oleh penurunan imbal hasil obligasi Treasury jangka panjang dari level tertingginya. Peluruhan harga minyak mentah dunia juga turut meredakan kekhawatiran pelaku pasar terhadap tekanan inflasi global.
Di sisi kebijakan moneter, Ketua Fed Kevin Warsh dijadwalkan berpidato dalam simposium tahunan di Jackson Hole pada Jumat mendatang. Kendati demikian, Kevin Warsh diperkirakan belum akan memberikan panduan eksplisit terkait arah keputusan kebijakan suku bunga acuan Federal Reserve pada September.
Sentimen dari Wall Street dan potensi pemangkasan suku bunga AS ini menjadi perhatian investor domestik karena berpotensi memengaruhi stabilitas nilai tukar Rupiah serta arus modal asing di Pasar Modal Indonesia.(*)
Related News
Di RUPSLB Daring, Dirut PLN Berganti dari Darmawan ke Suroso Isnandar
Dolar AS Capai Level Tertinggi dalam 18 Bulan
Harapan Besar dari TEI 2026, Mendag Bidik Transaksi Rp313,25 Triliun
Emas Dunia Tertahan, Emas Antam Ikut Stagnan
Suku Bunga AS Berpotensi Naik, Harga Emas Global Tahan Diri
Daya Tawar Lemah, Harga Baja HRC Indonesia Merosot ke USD515





