Pasar Saham AS Bangkit Menjelang Rilis Kinerja Emiten
:
0
Kontrak berjangka saham Amerika Serikat menguat pada Senin (19/10) atau Minggu malam waktu setempat saat para investor bersiap menghadapi pekan sibuk rilis laporan keuangan perusahaan.(Foto: Magnific)
EmitenNews.com - Kontrak berjangka saham Amerika Serikat menguat pada Senin (19/10) atau Minggu malam waktu setempat saat para investor bersiap menghadapi pekan sibuk rilis laporan keuangan perusahaan. Penguatan ini terjadi di tengah langkah pelaku pasar mencermati kembali prospek investasi sektor kecerdasan buatan atau AI.
Berdasarkan data Trading Economics, kontrak berjangka Nasdaq 100 mencatatkan kenaikan sebesar 0,7 persen. Sementara itu, kontrak berjangka S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average masing-masing mengalami kenaikan sekitar 0,4 persen pada perdagangan awal pekan.
Para pelaku pasar kini menantikan publikasi hasil kinerja keuangan dari deretan korporasi kakap. Beberapa perusahaan besar yang dijadwalkan merilis laporan keuangan pekan ini antara lain Tesla, Meta, Netflix, American Express, dan GE Aerospace.
Sikap hati-hati investor membayangi pergerakan pasar setelah tekanan berat pada pekan lalu. Indeks Nasdaq Composite melemah 4,48 persen dan S&P 500 terkoreksi 1,95 persen akibat tekanan pada saham teknologi di tengah meningkatnya kekhawatiran terkait pembiayaan proyek AI.
CoreWeave menjadi titik fokus kekhawatiran pasar karena mengandalkan utang besar untuk membangun pusat data yang disewakan ke perusahaan teknologi. Saham perusahaan neocloud tersebut anjlok 25 persen sepanjang pekan lalu, sementara investor obligasi menghindari utangnya hingga mendorong tingkat credit default swap ke level mengkhawatirkan.(*)
Related News
Euro Melemah Tertekan Gelombang Protes Kekerasan di Eropa
Harga Minyak Turun Tipis ke USD101 Meski Konflik Global Memanas
BVIC Siapkan Rp154,2M untuk Lunasi Obligasi Jatuh Tempo 8 November
Jebakan Pinjol Jadi Sinyal Darurat Tekanan Daya Beli Masyarakat
Ekonomi Digital Jadi Mesin Kejar Investasi Rp2.258 T
Transaksi Emas Digital Melejit 641%, 8 Bulan Tembus Rp299,49 Triliun





