Pasar Tunggu Kejelasan Rencana Paket Stimulus China
prediksi dan rekomendasi saham
EmitenNews.com - DJIA menguat +0,97% pada hari Jumat (11/10), diikuti oleh S&P 500 (+0,61%) dan Nasdaq (+0,33%). Wall Street menguat didorong oleh angka laba 3Q24 yang positif dari bank-bank berkapitalisasi besar, meskipun rilis data PPI tahunan berada di atas estimasi konsensus.
PPI untuk Sep-2024 meningkat sebesar +1,8% YoY, melampaui perkiraan konsensus sebesar +1,6% YoY, memperkuat sikap hawkish dari Fed. Di sisi lain, sentimen konsumen Michigan awal untuk Okt-2024 turun menjadi 68,9 (vs 70,8 dari konsensus).
Hari ini pasar akan menantikan beberapa rilis data seperti: 1) Neraca Perdagangan Tiongkok Sep-2024; 2) Pertumbuhan PDB Singapura 3Q24; 3) Pidato The Fed AS.
Bank Indonesia melaporkan bahwa pada periode 7-10 Oktober 2024, nonresiden mencatatkan jual neto sebesar Rp2,84 triliun, yang terdiri dari jual neto di pasar saham sebesar Rp4,47 triliun, beli neto di pasar SBN sebesar Rp4,37 triliun, dan jual neto di Surat Berharga Bank Indonesia Rupiah (SBBI) sebesar Rp2,73 triliun.
MNC Sekuritas menilai masih berlanjutnya arus keluar dana pada minggu kedua Oktober 2024, khususnya dari pasar saham, mencerminkan respons pasar terhadap paket stimulus Tiongkok yang membuatnya semakin menarik.
"Kami mencatat total arus keluar dana pada Oktober 2024 telah mencapai Rp6,84 triliun. Meskipun demikian, secara YTD, pasar saham masih mencatatkan arus masuk neto sebesar Rp43,3 triliun," demikian analis MNCS dalam Morning Navigator-nya hari ini.
IHSG menguat +0,54% ke level 7.520,60 pada perdagangan Jumat (11/10) di tengah aksi jual bersih investor asing sebesar Rp88,85 miliar. Seluruh sektor membukukan penguatan yang mendorong penguatan indeks, dipimpin oleh sektor properti dan real estate (+3,04%) dan sektor kesehatan (+1,71%).
Indeks mengungguli bursa Asia lainnya yang ditutup bervariasi seiring investor mencermati perlambatan inflasi tahunan AS pada September 2024. Selain itu, pasar masih menanti kejelasan lebih lanjut mengenai rencana paket stimulus Tiongkok yang membantu meredakan tekanan arus keluar. Nilai tukar rupiah ditutup menguat di level Rp15.580/USD.
Untuk perdagangan hari ini MNC Sekuritas memperkirakan IHSG bergerak di kisaran 7.478-7.548. Saham yang direkomendasikan adalah KLBF, PGAS, PGEO, dan SMGR.(*)
Related News
10 Sektor Jadi Pendorong, IHSG Awal Pekan Tancap Gas ke 8.859,19
3 Emiten Asuransi Paling Terdampak POJK 23, Bakal Aksi Korporasi Baru?
Perkuat Strategi, Manulife Indonesia Gelar Mega Kick Off 2026
18 dari 19 Emiten Saham Asuransi Kompak Ngegas Hari Ini, Ada Apa?
Pupuk Kaltim Klaim Produksinya di 2025 Lampaui Target
Tambang Menggeliat, IHSG Tembus 8.804,84 di Sesi I





