Pasar Tunggu Rilis Neraca Pembayaran RI dan Perkembangan Timteng
prediksi dan rekomendasi saham
EmitenNews.com - DJIA menguat +0,32% pada Rabu (20/11), sementara S&P 500 stagnan (+0,00%) dan Nasdaq melemah (-0,11%). Bursa saham Wall Street ditutup bervariasi karena investor bersikap wait and see menjelang rilis laporan laba Nvidia dan nada hawkish dari The Fed terkait laju penurunan suku bunga di masa mendatang.
Hari ini pasar akan menantikan beberapa rilis data seperti: 1) Indonesia Current Account 3Q24; 2) US Initial Jobless Claims 10-Nov; 3) US Existing Home Sales Oct-2024.
Bank Indonesia mencatat pertumbuhan kredit perbankan stagnan di awal triwulan IV 2024. Hingga 24 Oktober, kredit perbankan tumbuh 10,9% secara tahunan. Insentif likuiditas yang diberikan Bank Indonesia hingga 24 Oktober mencapai Rp259 triliun.
MNC Sekuritas mengamati pertumbuhan kredit ditopang oleh minat perbankan yang kuat dalam menyalurkan kredit, di samping dampak positif kebijakan insentif likuiditas makroprudensial yang digulirkan Bank Indonesia.
Bank BUMN menjadi penerima porsi likuiditas terbesar, yakni sebesar Rp120,9 triliun, disusul bank swasta nasional sebesar Rp110,9 triliun. Secara sektoral, sektor perdagangan, jasa dunia usaha, dan industri masih menjadi penyumbang utama kredit. Bank Indonesia tetap memproyeksikan pertumbuhan kredit sebesar 10% - 12% hingga akhir tahun 2024.
IHSG melemah -0,21% ke level 7.180,3 pada perdagangan Rabu (20/11) dengan net sell asing sebesar Rp436,2 miliar. Mayoritas sektor melemah sehingga membebani kinerja indeks, dipimpin oleh sektor teknologi (-1,43%), diikuti oleh sektor properti & real estate (-0,87%).
Sementara itu, sektor yang menguat dipimpin oleh sektor energi (+0,42%), diikuti oleh sektor keuangan (+0,34%). Indeks melemah di tengah penutupan beragam di bursa Asia lainnya, seiring meningkatnya kekhawatiran pasar atas ketegangan geopolitik Timur Tengah yang kembali terjadi. Nilai tukar rupiah ditutup melemah pada level Rp15.865/USD.
MNC Sekuritas memperkirakan IHSG hari ini akan bergerak di kisaran 7.142-7.203. Adapun saham yang direkomendasikan adalah: ARTO, TOBA, WIKA, dan DKFT.(*)
Related News
Mayoritas Sektor Menguat, IHSG Lompat 1,22 Persen ke Level 8.031
IHSG Bangkit ke 8.012 di Sesi I (9/2), Saham Emas Kompak Terbang
BTN Mantapkan Transformasi sebagai Mitra Finansial Keluarga Indonesia
Produksi Beras Awal 2026 Berpotensi Naik 15,79 Persen
Pertamina-SGN Bangun Pabrik Bioetanol Kapasitas 30 Ribu KL/Tahun
Purbaya Ajak Aparat Pajak Perbaiki Kinerja, Jangan Kalah Sama 'Pemain'





