Peduli, Baksos ISP Sasar Lebih 650 Orang Penerima Manfaat
:
0
Kiri-kanan: Diah Ira Kabid Komunikasi ISP, Sr. Jacqueline CB Direktur Keperawatan RS St. Carolus, Ie Moy Sin pasien baksos Operasi Katarak, Monik Setijoso Kabid Kesejahteraan Sosial ISP, Sr. Moekti Gondosasmito Ketua II Yay. Satya Bhakti, Inge Setiawati Ketua ISP, dan dr. Astrianda Suryono Sp. M (K) Sekre. Perdami Jakarta. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Ikatan Alumni Santa Ursula Jalan Pos Jakarta (ISP) telah mengadakan Bakti Sosial (Baksos) Operasi Katarak selama tiga tahun. Hasilnya, lebih dari 250 orang masyarakat Jakarta, dan sekitarnya merasakan manfaat operasi katarak secara gratis. Selain itu, ISP juga melakukan Baksos Kacamata di daerah Tangerang Selatan pada akhir tahun 2025 dengan menebar 424 kaca mata gratis bagi masyarakat.
Baksos Operasi Katarak pertama dilakukan ISP sejak 2024. Kala itu, 109 orang dari 216 pendaftar berhasil dioperasi. Pada 2025, tercatat 71 orang dari 160 orang menerima manfaat operasi katarak. Dan, hari ini, sekitar 80 orang lolos skrining kesehatan akan dioperasi katarak dari 120 orang pendaftar.
Pada pelaksanaan Baksos Operasi Katarak ini, ISP bekerja sama dengan RS Sint Carolus Jakarta sebagai tempat dilaksanakan operasi dan Perhimpunan Dokter spesialis Mata Indonesia (Perdami) wilayah DKI Jakarta sebagai tenaga pelaksana.
Inge Setiawati, Ketua Ikatan Alumni Santa Ursula Jalan Pos Jakarta/ISP menjelaskan, sebagai ikatan alumni, ISP tidak ingin hanya melakukan kegiatan yang dirasakan manfaatnya bagi internal keluarga besar/alumni Santa Ursula, namun juga lebih berdampak, dan dirasakan langsung masyarakat sekitar.
“Baksos Operasi Katarak, dan Baksos Kacamata menjadi pilihan kami, karena mata merupakan organ vital sangat berpengaruh dalam seluruh aspek kehidupan manusia. Melalui Baksos ini, kami berharap dapat membuka akses lebih besar bagi masyarakat yang membutuhkan, dan juga meningkatkan kualitas hidup yang sebelumnya menderita gangguan penglihatan,” tutur Inge menyampaikan latar belakang kegiatan baksos ini.
Dr. Astrianda Suryono, Sekretaris Perdami DKI Jakarta menjelaskan, katarak masih menjadi salah satu penyebab terbanyak kebutaan di Indonesia. Menurut data Kemenkes tahun 2016, 8 juta orang mengalami gangguan penglihatan, 1,6 juta menderita kebutaan, 6,4 juta menderita gangguan penglihatan sedang dan berat.
Nah, dari kasus kebutaan itu, terbanyak disebabkan katarak 81,2 persen atau 1,3 juta penduduk. Katarak merupakan salah satu penyakit degeneratif. Selain penyakit diabetes, hipertensi, faktor risiko penyebab katarak juga paparan terhadap sinar matahari. ”Sehingga Indonesia sebagai salah satu negara katulistiwa memiliki penderita katarak cukup besar,” tegasnya.
Operasi katarak merupakan satu-satunya tindakan medis untuk menghilangkan katarak. Katarak penyakit yang membuat lensa mata pengidapnya keruh sehingga mengganggu penglihatan. Dengan melakukan operasi katarak, lensa mata bisa jernih kembali. Inge mengapresiasi, dan terima kasih kepada berbagai pihak yang mendukung kegiatan Baksos yang diinisiasi oleh ISP, yaitu RS Sint Carolus dan Perdami DKI Jakarta.
Sr. Jacqueline, CB, Direktur Keperawatan RS Sint Carolus Jakarta menyambut positif kerja sama dengan Ikatan Alumni Santa Ursula Jalan Pos Jakarta (ISP) dalam menyelenggarakan Baksos Operasi Katarak sudah berlangsung selama tiga tahun terakhir. Acara Baksos ini merupakan bentuk kontribusi sosial RS Sint Carolus bagi masyarakat yang membutuhkan. ”Secara khusus keterlibatan dalam baksos ini juga merupakan suatu bentuk ucapan syukur kami karena tahun ini RS St. Carolus berulang tahun ke-107 tahun,” uapnya.
Sr. Moekti K. Gondosasmito OSU, Ketua II Yayasan Satya Bhakti, yayasan yang menaungi sekolah Santa Ursula mengatakan dalam sambutannya, “Sebagai pendidik, saya bangga melihat para alumni Santa Ursula ini senantiasa memegang semangat ‘Serviam’, yang berarti ‘Saya Mengabdi’ dan tetap konsisten menerapkannya dalam kehidupan keseharian setelah mereka lulus sekolah. Saya berharap apa yang dilakukan para alumni melalui ISP benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang membutuhkan.”
Related News
Kemendag Minta Klarifikasi Traveloka Terkait Refund Pembatalan Tiket
Dubes China Dukung Perluasan Akseptasi QRIS di Negaranya
Tutup April 2026, IHSG Merosot Tajam Tinggalkan Level 7.000
IHSG Sesi I Ambles 2,46 Persen, Asing Net Sell Rp0,97 Triliun
Bursa Sorot MSIE-HBAT, BOBA Dilepas, dan BAPA Kena Suspensi Kedua
Begini Bahlil Respon Laporan JP Morgan Soal Konsumsi Energi





