Pemeriksaan 69 ASN Kemenkeu Berharta Tidak Wajar, Mayoritas dari Pajak dan Bea Cukai
:
0
Rafael Alun Trisambodo. dok. Tangkapan layar video Rafael. BeritaSatu.
EmitenNews.com - Sibuk benar Awan Nurmawan Nuh hari-hari ini. Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan itu, terus memanggil 69 pegawai yang dianggap memiliki profil berisiko tinggi, karena diduga memiliki harta tidak wajar. Mayoritas ASN Kemenkeu yang dipanggil untuk menjalani pemeriksaan itu, berasal dari Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Targetnya, pemanggilan yang berlangsung sejak awal pekan ini, ditargetkan rampung dalam dua pekan mendatang.
"Jadi nanti hasil klarifikasi tidak berhenti, bisa dilanjut ke proses tahap berikutnya, bisa sampai investigasi, sampai penjatuhan hukuman disiplin apabila terdapat bukti kuat," kata Awan Nurmawan Nuh dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Rabu (8/3/2023).
Dari aksi yang berlangsung sejak awal pekan ini, sudah 10 orang yang dipanggil. Para pegawai atau pejabat yang dipanggil, atau masuk daftar merah itu ditelusuri berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) periode 2020 dan 2021. Mereka diduga memiliki harta tidak wajar atau tidak sesuai profil jabatannya. Semisal Rafael Alun Trisambodo, ayah Mario Dandy Satriyo.
Juru Bicara Kementerian Keuangan Yustinus Prastowo mengatakan, mayoritas 69 pegawai yang diperiksa itu berasal dari dua direktorat jenderal, yakni Ditjen Pajak dan Ditjen Bea dan Cukai. Tingkat jabatannya kebanyakan pejabat struktural atau yang harus melapor LHKPN.
Sejauh ini Yustinus Prastowo belum bisa memastikan apakah 69 pegawai atau pejabat yang tengah diperiksa itu terkait dengan kasus harta jumbo Rafael Alun Trisambodo (RAT) atau tidak. Bisa dimaklumi, sebab masih dalam tahap penelusuran di Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan.
Related News
Warga Penuhi SPBU Antre BBM Usai Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Palu
Temui PM Wong, Pramono Buka Ruang Investasi Singapura di Jakarta
Bahlil Sebut Rp22,4T Anggaran ESDM 2027 untuk Rakyat, Ini Prioritasnya
Global Bond Perdana Diborong AS, Danantara Pede Bidik Tenor 30 Tahun
BUMN Perkebunan Ini Belajar Ternak Ayam Untuk Pasok MBG
Terjadi Jual Beli Audit BPK, ICW Beberkan Bukti Sejak Kasus Achsanul





