Pemilik Impack Pratama (IMPC) Repo 1,67 Miliar Saham Harga Obral
:
0
Ilustrasi: salah satu kantor usaha pelayanan milik IMPC.
EmitenNews.com - PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) melaporkan perubahan kepemilikan saham oleh pemegang saham utama, PT Tunggal Jaya Investama pada 23 September 2025.
Corporate Secretary IMPC, Lenggana Linggawati, dalam keterangan resmi Selasa (23/9) menyebutkan bahwa Tunggal Jaya Investama telah melakukan pengalihan sebanyak 1,67 miliar saham IMPC pada 23 September 2025 atau senilai Rp1,08 triliun.
" Transaksi tersebut dilakukan melalui mekanisme Repurchase Agreement (Repo) dengan harga Rp650 per saham," tulis Lenggana.
Sebelum transaksi, Tunggal Jaya Investama menggenggam 23,13 miliar saham atau setara 42,15% dari total saham IMPC. Pasca transaksi, kepemilikan berkurang menjadi 21,46 miliar saham atau 39,11%.
Manajemen menegaskan bahwa transaksi repo tersebut tidak mengubah status kepemilikan langsung saham oleh Tunggal Jaya Investama, meski persentase kepemilikannya turun.
Pada perdagangan hari ini Selasa (23/9) saham IMPC turun Rp15 atau melemah 0,77 persen di level Rp1.940, per lembar.
Saham IMPC dalam satu bulan terakhir naik 114,3 persen dari harga Rp905 per saham. Dalam enam bulan IMPC terbang 548 persen dari harga Rp300 pada 24 Maret 2025.
Secara tahunan IMPC melambung 444,6 persen dari harga Rp358 pada 2 Januari 2025.
Perlu diketahui PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) adalah perusahaan yang bergerak di bidang produksi dan distribusi bahan bangunan plastik, serta memiliki bisnis pendukung lain seperti distribusi produk dan real estate.
Pemegang saham per 30 September 2024
- PT Harimas Tunggal Perkasa 23.947.614.500 (Saham) 239.476.145.000 (IDR) 44,13%
- PT Tunggal Jaya Investama 23.279.426.194 (Saham) 232.794.261.940 (IDR) 42,90%
- Masyarakat 6.420.201.306 saham atau 11,83%.
- Haryanto Tjiptodihardjo 621.258.000 saham atau 1,14%.
Related News
ABMM Kebut Produksi Tambang Aceh, Laba Semester I Melonjak 42 Persen
APLN Agresif Pangkas Utang, Kinerja Semester I Ikut Melonjak
Pendapatan KIJA Susut 11 Persen, Recurring Income Malah Dominan
Laba Emiten Grup Salim (IMAS) Ambles 74,3 Persen di Paruh Pertama 2026
Cimory (CMRY) Toreh Revenue Rp6,46T, Laba Naik 17,8 Persen di Q2-2026
Pendapatan ARKO Susut 6,7 Persen, Laba Bersih Tertahan di Rp36,64M





