EmitenNews.com - PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI), emiten pengelola jaringan minimarket Alfamidi, membukukan laba periode berjalan Rp705,57 miliar hingga September 2026, meningkat 19,44% dibandingkan Rp590,72 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan laba tersebut melampaui pertumbuhan pendapatan neto perseroan yang mencapai 9,17%.

Berdasarkan laporan keuangan interim per 30 September 2026, pendapatan neto MIDI mencapai Rp16,68 triliun, naik dari Rp15,27 triliun pada sembilan bulan pertama 2025. Sejalan dengan pertumbuhan penjualan, beban pokok pendapatan meningkat menjadi Rp12,31 triliun dari Rp11,33 triliun.

Selanjutnya, perseroan mencatat laba bruto Rp4,37 triliun, lebih tinggi dibandingkan Rp3,95 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, laba usaha meningkat menjadi Rp907,01 miliar dari sebelumnya Rp766,99 miliar.

Setelah memperhitungkan penghasilan keuangan Rp16,23 miliar dan biaya keuangan Rp33,60 miliar, MIDI membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp880,01 miliar. Setelah dikurangi beban pajak penghasilan neto Rp174,44 miliar, perseroan mencatat laba periode berjalan mencapai Rp705,57 miliar.

Peningkatan kinerja tersebut turut mendorong laba per saham dasar menjadi Rp21,10, dari Rp17,67 pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pada periode yang sama, total aset perseroan meningkat menjadi Rp9,50 triliun dari Rp9,13 triliun pada akhir 2025. Total liabilitas tercatat Rp4,65 triliun, sedikit meningkat dibandingkan Rp4,59 triliun pada akhir tahun lalu.