Pendapatan ARKO Susut 6,7 Persen, Laba Bersih Tertahan di Rp36,64M
:
0
Potret proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Kukusan 2 di Tanggamus, Lampung. Foto: ARKO.
EmitenNews.com - PT Arkora Hydro Tbk. (ARKO), emiten energi baru terbarukan (EBT) Grup Astra, mencatat penurunan pendapatan pada semester I-2026.
Hingga 30 Juni 2026, ARKO membukukan pendapatan Rp133,01 miliar. Angka ini menyusut 6,7% YoY dibanding Rp142,53 miliar pada periode sama tahun lalu.
Berdasarkan laporan keuangan unaudited yang terbit Jumat (31/7), beban pokok perseroan sebetulnya melandai 6,6% ke Rp82,2 miliar dari Rp88 miliar. Tetapi Laba kotor ARKO tetap tergerus 6,8% YoY menjadi Rp50,81 miliar dari Rp54,51 miliar.
Laba sebelum pajak melemah 6,8% YoY ke Rp41,56 miliar dari Rp44,61 miliar. Laba bersih yang diatribusikan ke pemilik entitas induk terpangkas tipis 0,6% YoY ke Rp36,64 miliar dari Rp36,87 miliar.
Di sisi neraca, total aset tumbuh 2,9% menjadi Rp1,74 triliun dari Rp1,69 triliun per 31 Desember 2025. Ekuitas melonjak 7,1% ke Rp552,83 miliar dari Rp516,2 miliar. Sementara liabilitas relatif stabil naik 0,8% di Rp1,189 triliun dari Rp1,180 triliun.
Menariknya, pasar merespons positif. Seiring rilis laporan ini, saham ARKO menguat 5,6% atau 260 poin ke level Rp4.900.
Related News
Cimory (CMRY) Toreh Revenue Rp6,46T, Laba Naik 17,8 Persen di Q2-2026
Emiten Haji Isam (TEBE) Laba Turun 27,5 Persen Sisa Rp19,9M di Q2-2026
Emiten Kapal (HAIS) Catat Penurunan Laba & Pendapatan Semester I 2026
Jasa Marga (JSMR)–BSI Teken Pendanaan Rp1,56T untuk Tol Bali Mandara
Harga Drop 30 Persen dari ATH, Emiten Pertamina (ELSA) Umumkan Buyback
Repower Asia (REAL) Berbalik dari Rugi Menjadi Laba pada Juni 2026





