Pendapatan Luar Grup Pertamina Capai 22%, Elnusa Jajaki Pasar Irak
:
0
Graha Elnusa, kantor PT Elnusa Tbk. Foto: elnusa
EmitenNews.com - PT Elnusa Tbk. (ELSA) mencatat pendapatan dari luar Grup Pertamina atau pasar non-captive mencapai 22% dari total pendapatan hingga Semester I 2026 tercatat sebesar Rp7,58 triliun. Capaian ini jadi modal Elnusa untuk melebarkan sayapnya ke luar negeri.
Corporate Secretary Elnusa, Rustam Aji dalam terbitannya dikutip Kamis (8/10/2026) mengatakan ekspansi ke pasar internasional merupakan kelanjutan strategi untuk mengoptimalkan kompetensi yang sudah dibangun di pasar domestik.
"Bagi Elnusa, perluasan pasar bukan semata-mata mengejar tambahan pendapatan. Kami ingin memastikan kompetensi, teknologi, dan pengalaman yang telah dimiliki dapat dikonversi menjadi peluang pertumbuhan yang memberikan nilai ekonomi," ujar Rustam.
Jajaki Pasar Irak Lewat IRAQ OGEP 2026
"Ekspansi non-captive, termasuk ke pasar internasional, kami jalankan secara selektif dengan mempertimbangkan competitiveness, profitabilitas, profil risiko, dan potensi penciptaan nilai jangka panjang," lanjut Rustam memaparkan proyeksinya.
Setelah memperkuat pasar domestik, Elnusa selektif mengincar proyek internasional.
Disebut pula Elnusa berkolaborasi dengan PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP) dan PT Pertamina Drilling Services Indonesia untuk ikut dalam Iraq International Oil, Gas, Energy and Petrochemical Exhibition and Conference 2026 (IRAQ OGEP 2026) di Basra, Irak, pada 24-27 September 2026.
Ajang tersebut dimanfaatkan untuk memahami kebutuhan pasar, membangun akses kepada calon pelanggan dan mitra potensial, serta mengidentifikasi peluang bisnis.
Dalam forum tersebut, Elnusa memperkenalkan kapabilitas 30K/35K Channel Seismic Recording dan CPU Seismic Data Processing sebagai bagian dari solusi geoscience terintegrasi dari akuisisi hingga pengolahan data.
Perseroan sebelumnya telah menjalankan berbagai pekerjaan di sejumlah negara di Asia, Timur Tengah, dan Afrika, mulai dari survei dan pemrosesan data seismik, workover services, well monitoring, hingga dukungan geofisika offshore dan penyediaan OCTG.
Related News
Pengendali dan Direksi MPIX Kompak Jual Saham, Total Rp3,5 Miliar
Buru Cadangan Baru, PTBA Bor 113 Titik di Tanjung Enim hingga Ombilin
Perkuat Ekosistem Digital, Anak Usaha PRDA Rilis U-Buddy
Sesuai Target! WIFI Pamer Data Terbaru IRA Lebih dari 3.100 Site
Bursa Stop Perdagangan Empat Saham Usai Menguat Beberapa Hari Terakhir
BEI Lepas Kurungan Suspensi Tiga Saham: 2 Lanjut Bergeliat, 1 Loyo





