Pendapatan Oke, Maret 2024 Laba TRGU Merosot 90 Persen
Para pekerja tengah membersihkan area dalam pabrik besutan Cerestar Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Produsen tepung olahan gandum Cerestar Indonesia (TRGU) pada kuartal I-2024 mencatat penjualan Rp1,8 triliun. Melejit 50 persen dari episode sama tahun lalu Rp1,2 triliun. Sayangnya, harga beli bahan baku meningkat signifikan.
Kondisi itu, membuat beban pokok pendapatan bengkak 54 persen menjadi Rp1,73 triliun dari edisi sama tahun lalu Rp1,12 triliun. Oleh karena itu, perseroan mencatat laba bersih Rp1,7 miliar, drop 90 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya Rp18,1 miliar. Perseroan berharap pertumbuhan pendapatan akan terus berlanjut hingga akhir 2024.
Dengan begitu, kontribusi pendapatan terhadap perolehan laba bersih juga akan meningkat. ”Kami berharap ke depan akan ada perbaikan harga jual produk yang dapat meningkatkan margin, walau saat ini masih terdapat ketidakpastian baik dari lingkungan global maupun regional,” tutur Indra Irawan, Direktur Utama Cerestar Indonesia.
Tahun ini, perseroan mewaspadai hal-hal dapat mempengaruhi kinerja, seperti fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD), dan berbagai perkembangan masalah logistik global dapat mempengaruhi rantai pasok gandum. ”Faktor-faktor itu, sangat mempengaruhi harga komoditas global akan berefek pada harga bahan baku, dan harga jual produk perseroan,” ucapnya.
”Karena faktor-faktor itu, merupakan variabel di luar kemampuan kendali perseroan, kami akan terus memperhatikan perkembangan kondisi-kondisi tersebut secara seksama, dan melakukan berbagai strategi untuk memitigasi risiko dalam mengamankan ketersediaan bahan baku,” imbh Indra.
Sementara itu, mengantisipasi peningkatan permintaan tepung terigu terlihat dengan adanya pertumbuhan pendapatan signifikan itu, perseroan tengah melakukan penambahan mesin-mesin baru untuk meningkatkan kapasitas produksi 600 metrik ton (MT) per hari pabrik tepung terigu Gresik, Jawa Timur (Jatim).
Pabrik tepung Gresik ditargetkan akan rampung pada Kuartal II-2024. Dengan penambahan mesin-mesin baru itu, total kapasitas pabrik tepung terigu Gresik akan meningkat menjadi 2.200 MT per hari dari 1.600 MT per hari. Saat ini, perseroan memiliki beberapa merek produk tepung terigu untuk konsumsi manusia meliputi Falcon, Bakerstar, Dragonfly, dan Seagull.
Selain produk untuk konsumsi manusia, perseroan juga menjual produk bahan pakan ternak dengan merek Starfish, dan Manta. Pada bisnis produksi bahan pakan ternak dikerjakan anak usaha yaitu Agristar Grain Industry, perseroan memiliki pabrik processing & packaging facility untuk bahan pakan ternak berkapasitas 38 ribu MT Cilegon, Banten, dan Silo alias tempat penyimpanan gandum berkapasitas 140 ribu MT. (*)
Related News
Emiten Nikel Grup Harita (NCKL) Ungkap Aksi Baru!
TOSK Serok Aset Rp67,2M Milik Dirut, Setara 41,8 Persen Ekuitas
Efisiensi & Lepas Lawson, Laba MIDI Terbang 62,43 Persen Jadi Rp772,5M
Ini 5 Masjid Ikonik Garapan WSKT, Siap Tampung 200.000 Jemaah Salat Id
BREN Catat Laba Bersih Meningkat 6,5 Persen di Sepanjang 2025
Akhiri 2025, Laba Grup Djarum (TOWR) Tembus Rp3,67 Triliun





