Pendapatan Rp6,44T, Laba SGRO Anjlok 44,26 Persen
Ilustrasi transisi logo lama SGRO ke logo baru. Ilustrasi foto: EmitenNews.com/Aji.
EmitenNews.com - Kinerja awal dari transisi kepengendalian baru PT Prime Agri Resources Tbk. (SGRO) sepanjang 2025 menunjukkan kontras tajam yakni, penjualan yang tumbuh double digit, namun laba bersihnya justru tergerus dalam.
Berdasarkan laporan keuangan hingga 31 Desember 2025, perseroan yang sebelumnya bernama Sampoerna Agro Resources itu membukukan pendapatan sebesar Rp6,44 triliun, meningkat 16,46 persen secara year on year (yoy) dibandingkan Rp5,53 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Seiring kenaikan pendapatan, laba bruto turut naik 21,02 persen yoy menjadi Rp2,13 triliun dari Rp1,76 triliun. Namun, tekanan mulai terlihat di level operasional. Laba usahanya anjlok hingga 33,24 persen yoy menjadi Rp961,36 miliar dari Rp1,44 triliun, seiring lonjakan beban operasi lain yang melonjak ratusan persen hingga menjadi Rp808,89 miliar dari Rp179,48 miliar.
Dampaknya berlanjut hingga ke bottom line. Laba sebelum pajak (EBITDA) turun 29,54 persen yoy menjadi Rp894,79 miliar dari Rp1,27 triliun. Sementara itu, laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk merosot lebih dalam yakni, 44,26 persen yoy menjadi Rp504,77 miliar dari Rp905,59 miliar.
Menilik sisi neraca, total aset perseroan tercatat sebesar Rp9,96 triliun per akhir 2025, turun 6,92 persen yoy dari Rp10,70 triliun. Di sisi lain, total liabilitas meningkat 9,58 persen yoy menjadi Rp4,92 triliun dari Rp4,49 triliun, mencerminkan peningkatan tekanan pembiayaan.
Kinerja ini mencerminkan bahwa pertumbuhan topline belum mampu sepenuhnya mengimbangi lonjakan beban, yang pada akhirnya menekan profitabilitas perseroan secara signifikan.
Beriringan dengan terbitnya pembukuan keuangan tahun penuh 2025 ini, pada perdagangan terakhir Selasa (16/3) saham SGRO tercatat menguat 1,32 persen naik 75 poin di level Rp5.750. (*)
Related News
Laba Emiten Poultry (CPIN) Melonjak 52 persen ke Rp5,6 Triliun di 2025
Terpangkas 91,93 Persen, MBAP Akumulasi Laba USD1,54 Juta
Akhiri 2025, Laba dan Pendapatan CPRO Kompak Melejit
Surplus 11,26 Persen, AKRA Bukukan Laba Rp2,47 Triliun
Drop 49 Persen, Laba Emiten Lo Kheng Hong (ABMM) Sisa USD70,61 Juta
Bonus Panas Bumi, PGEO Bangun Jembatan Ulu Semong





