Pengendali ATLA Buang 5 Juta Saham Saat Harga Naik
Salah satu bisnis milik ATLA.
EmitenNews.com – PT Atlantis Subsea Indonesia Tbk (ATLA) menyampaikan bahwa Rudi Reksa Sutantra selaku Komisaris utama dan pengendali telah mengurangi porsi kepemilikan sahamnya pada tanggal 10 Oktober 2025.
Yophi Kurniawan Iswanto Direktur Utama ATLA dalam keterangannya Selasa (14/10), menyebutkan bahwa Rudi Reksa Sutantra telah menjual sebanyak 5 juta saham ATLA dengan harga Rp77 per saham. Transaksi tersebut dilakukan pada 10 Oktober 2025.
Sebelumnya, Rudi Reksa Sutantra pernah membeli sebanyak 1 juta lembar saham diharga Rp71 per saham pada tanggal 26 September 2025. atau senilai Rp385 juta.
Setelah transaksi penjualan tersebut, kepemilikannya berkurang menjadi 3.092.511.400 saham, setara dengan 49,88% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perusahaan. Sebelumnya Rudi Reksa Sutantra menguasai 3.097.511.400 saham atau sekitar 49,96% dari total saham perseroan.
Yophi tidak menjelaskan tujuan penjualan saham tersebut. " transaksi ini tidak mengubah status Rudi Reksa Sutantra sebagai pemegang saham pengendali langsung di perseroan," jelas Yophi.
Perseroan yang tercatat di papan Pengembangan yang bergerak di bidang jasa bawah laut (subsea services), meliputi pekerjaan kelautan, pemeliharaan fasilitas lepas pantai, serta konstruksi bawah air.
ATLA , pada perdagangan hari ini Selasa (14/10) turun melemah 3,90 persen di level Rp74 per lembar.
ATLA dalam sebulan terakhir naik5,7 persen dari harga Rp70 pada 15 September 2025. Dalam enam bulan ATLA naik 48 persen dari harga Rp50 pada 14 April 2025. Secara tahunan (YTD) ATLA naik 48 persen dari harga Rp50 pada 2 Januari 2025.
Related News
COIN Dukung Bursa Kripto CFX Optimalkan Penerapan Struktur Biaya
Bank Mandiri Jalankan 1.174 Program TJSL Sepanjang 2025, Cek Hasilnya
Perkuat Modal Kerja dan Pangkas Utang, CASH Tebar 996 Juta Saham Baru
GIAA dan Embraer Bertemu Prabowo, Ini yang Dibahas
INET Resmi Tuntaskan Akuisisi Saham PADA Senilai Rp106,3 Miliar
NPGF Raih Kredit Rp54,02 Miliar dari Bank Sinarmas untuk Modal Kerja





