Pengendali Baru Gaspol, ASLI Gaet Investor Strategis
:
0
Suasana RUPS Tahunan tahun buku 2025 Asri Karya beberapa waktu lalu. FOTO - Rifki - Emitennews.com
EmitenNews.com - Cakrawala Multi Mineral menjadi salah satu pemegang saham Asri Karya Lestari (ASLI). Itu dibuktikan dengan menyerok 732,5 juta saham perseroan. Transaksi pembelian untuk kali pertama tersebut telah dipatenkan pada 4 Mei 2026.
Transaksi pembelian dilakukan dengan kisaran Rp272 per saham. Harca beli itu tergolong diskon sekitar 90 poin setara 33 persen dari penutupan saham perseroan edisi 4 Mei 2026 di level Rp362 per lembar. Nah, menyusul skema harga tersebut, Cakrawala cukup merogoh Rp199,24 miliar.
Sebagai konsekuensi dari transaksi itu, Cakrawala kini mengempit 732,5 juta saham perseroan selevel dengan 11,72 persen. Rupanya, Cakrawala menampung saham yang dilepas pengendali perseroan yaitu Wahana Konstruksi Mandiri. Saat bersama, Wahana Konstruksi melego saham sebanyak itu dengan koleksi Rp199,24 miliar.
Dengan penuntasan transaksi, koleksi saham Asri Karya dalam genggaman Wahan Mandiri tersisa 3,18 miliar lembar alias setara dengan 51 persen. Mengalami dilusi sekitar 11,72 persen dari episode sebelum transaksi dengan tabulasi 3,92 miliar eksemplar. Tabungan saham sebelum transaksi itu, selevel dengan 62,72 persen.
”Aksi tersebut merupakan upaya perseroan untuk memperoleh mitra strategis dengan kapabilitas pengalaman, dan jaringan yang dapat memberi nilai tambah terhadap pengembangan usaha bisnis ASLI,” tegas Peter Handika, Direktur Asri Karya Lestari.
Agresivitas Pengendali Baru
Sejak menjadi pengendali baru ASLI, Wahana Konstruksi Mandiri memfokuskan ASLI pada penguatan posisi sebagai perusahaan konstruksi terintegrasi, berdaya saing tinggi, memiliki kinerja keuangan sehat, dan berkelanjutan.
ASLI juga akan melakukan diversifikasi portofolio proyek dengan memperluas penetrasi ke segmen konstruksi bernilai tambah tinggi. Misalnya, infrastruktur strategis, energi, serta proyek berbasis engineering, procurement, and construction (EPC). Termasuk meningkatkan produktivitas melalui modernisasi peralatan, digitalisasi proses konstruksi, penerapan teknologi untuk mendorong efisiensi biaya, dan ketepatan waktu penyelesaian proyek.
Saat ini, ASLI memiliki portofolio aset tetap berupa peralatan berat konstruksi, antara lain 30 unit excavator, 24 crane (crawler & roughter), 6 unit rotary drilling rig, 1 unit batching plant beserta 13 unit truck mixer, 1 unit tongkang beserta tug boat dan unit peralatan pendukung lainnya yang berperan sebagai productive asset dalam menunjang pelaksanaan proyek secara efisien, dan tepat waktu.
Aset Terus Bertumbuh
Related News
November, INKP Lunasi Tiga Surat Utang Rp1,04 Triliun dan USD900 Ribu
VKTR Gaspol Right Issue Rp3 Triliun, Cek Jadwalnya
HAIS Raih Best Transportation & Logistic Sector EmitenNews Awards 2026
PTBA Manfaatkan DHE SDA Rp6T dari Mandiri dan BRI untuk Modal Kerja
ANJT Beri Pinjaman ke Afiliasi hingga Rp2T dengan Bunga 8,5% per Tahun
INPS Buka Suara ke BEI Soal Ekuitas Negatif, Siapkan Rencana Ini





