Pengendali MICE Cicil Saham Lagi di Pasar, Ada Apa?
:
0
Logo usaha MICE
EmitenNews.com - PT Multi Indocitra Tbk. (MICE) menyampaikan bahwa PT Buana Graha Utama selaku pemegang saham pengendali telah menambah porsi kepemilikan sahamnya pada tanggal 18 dan 19 November 2024.
Budiman Gitaloka Corporate Secretary MICE dalam keterangan tertulisnya Rabu (20/11) menyampaikan bahwa PT Buana Graha Utama telah membeli sebanyak 43.400 lembar saham MICE di harga Rp500-Rp505 per saham.
Sebelumnya, PT Buana Graha Utama juga pernah membeli sebanyak 39.300 lembar saham MICE di harga Rp500-Rp505 per saham pada tanggal 14 dan 15 November 2024.
Sebelumnya lagi, PT Buana Graha Utama juga pernah membeli sebanyak 15.600 lembar saham MICE di harga Rp505 per saham pada tanggal 13 November 2024.
Sebelumnya lagi PT Buana Graha Utama memborong 16.800 lembar saham MICE pada harga di rentang Rp 486-Rp 490 per saham pada Selasa (8/10).
"Tujuan dari transaksi adalah untuk Investasi dengan kepemilikan saham langsung,"tuturnya.
"Tujuan dari transaksi adalah untuk Investasi dengan kepemilikan saham langsung," tutur Budiman.
Pasca pembelian, maka kepemilikan saham PT Buana Graha Utama di MICE bertambah menjadi 274,56 juta lembar saham setara dengan 45,76% dibandingkan sebelumnya sebanyak 274,52 juta lembar saham setara dengan 45,75%.
Pada perdagangan hari ini Kamis (21/11) saham MICE tidak tersentuh transaksi dan masih berada di level Rp505 per lembar saham.
PT Multi Indocitra Tbk (MICE) didirikan pada 11 Januari 1990 sebagai perusahaan distribusi, terutama untuk produk bayi. Saat ini usahanya telah merambah ke produk untuk ibu hamil dan menyusui, produk perawatan kulit, dan produk rumah tangga. Beberapa mereknya adalah Pigeon dan Lock&Lock.
Related News
Folago Global Nusantara (IRSX) Berhasil Cetak Laba Bersih di 1Q 2026
Pasok Modal Kerja Arutmin, BUMI Terbitkan Obligasi Rp1,8 Triliun
Pendapatan BUMI Tembus USD417 Juta Q1-2026, Laba Lompat 35,16 Persen!
Penjualan Lesu, Laba Emiten Low Tuck Kwong (BYAN) Drop Dobel Digit
Rampungkan Proyek Jumbo, Emiten Semen BUMN Ini Siap Serbu Pasar Ekspor
Penjualan Terkoreksi, Laba GJTL Tetap Tumbuh 7,77 Persen di Q1-2026





