Pengendali Tambah Porsi, Saham Afiliasi H Isam Melejit Ratusan Persen
:
0
Suasana RUPS Tahunan tahun buku 2025 Asri Karya beberapa waktu lalu. FOTO - Rifki - Emitennews.com
EmitenNews.com - Wahana Konstruksi Mandiri terus menambah tabungan saham Asri Karya Lestari (ASLI). Terbaru, sang pengendali itu, menyerok 62,5 juta saham dari Sulistiono. Transaksi penggemukan saham tersebut telah dipatenkan pada 21 September 2026.
Pembelian dilakukan dengan harga pelaksanaan Rp325 per lembar. Nah, menyusul skema harga itu, Wahana Mandiri dipaksa merogoh kocek senilai Rp20,31 miliar. Sebagai kompensasi dari aksi tersebut, timbunan saham ASLI dalam genggaman Wahana Mandiri makin tebal.
Tepatnya, menjadi 3,25 miliar eksemplar setara dengan 52 persen. Melonjak 1 persen dari periode sebelum transaksi dengan koleksi 3,18 miliar lembar alias 51 persen. Transaksi diperantarai BNI Sekuritas sebagai pembeli, dan NH Korindo Sekuritas sebagai penjual.
”Berdasar informasi yang diterima perseroan, pembelian saham dilakukan Wahana Konstruksi Mandiri untuk meningkatkan kepemilikan perseroan demi kepentingan investasi jangka panjang,” tegas Direktur Utama ASLI Agus Karianto.
Selanjutnya, Asri Karya Lestari memastikan bahwa setelah transaksi, jumlah saham milik masyarakat bukan pengendali atau pemegang saham utama tetap memenuhi ketentuan jumlah free float yang ditetapkan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).
Menyusul penuntasan transaksi itu, saham emiten afiliasi H Isam tersebut bergerak stagnan. Terpaku di level Rp414 per eksemplar. Saham ASLI sempat menyentuh level tertinggi Rp448, dan terendah Rp404 dari pembukaan Rp420. Sebulan terakhir, saham ASLI melejit 72,50 persen atau 174 poin dari 24 Agustus 2026 di posisi Rp240.
Kalau ditarik lebih jauh lagi, setahun terakhir saham ASLI telah meroket 517,91 persen atau 347 poin dari edissi 30 September 2025 di kisaran Rp67. Saham ASLI pernah menyentuh level tertinggi Rp750, dan terendah Rp67. Dan, ASLI diperkuat kapitalisasi pasar Rp2,59 triliun. (*)
Related News
PRDL Ubah Alokasi Penggunaan Dana IPO, Alasannya Untuk Ini
Dua Anak Usaha MGLV Dapat Pinjaman Dana Buat Data Center
Pefindo Nilai Kasus HGB Bogor Berdampak Terbatas Pada SMRA
TSPC Beber Fakta Usai KPK Periksa Preskom Tempo Pacific
Satu Owner dengan Jhonlin Baratama, JARR Bicara Dampak Akuisisi BYAN
Investasi Langsung, Dirut Hero Global Investment (HGII) Tambah Saham





