EmitenNews.com - Bakrieland Development (ELTY) per 30 September 2023 berdamai dengan rugi Rp7,79 miliar. Bengkak 177 persen dari episode sama tahun sebelumnya tekor Rp2,81 miliar. Alhasil, rugi per saham menjadi Rp1,04 dari periode sama tahun sebelumnya Rp0,79. 


Rugi bengkak itu kontra produktif dengan penjualan. Di mana, emiten besutan Bakrie Group itu, membukukan pendapatan bersih Rp968,18 miliar, melejit 31 persen dari episode sama tahun sebelumnya Rp738,23 miliar. Beban pokok pendapatan Rp623,97 miliar, bengkak dari Rp472,56 miliar. Laba kotor terkumpul Rp344,21 miliar, naik 29 persen dari Rp265,66 miliar. 


Beban penjualan Rp9,73 miliar, susut dari Rp10,21 miliar. Beban umum dan administrasi Rp264,36 miliar, turun dari Rp279,92 miliar. Laba atas penjualan dan penghapusan aset tetap Rp62 juta, naik dari Rp51 juta. Beban bunga dan keuangan Rp58,92 miliar, turun dari Rp84,98 miliar. Bagian atas rugi entitas asosiasi Rp31 miliar dari nihil.


Rugi selisih kurs bersih Rp16,24 miliar, bengkak 123 persen dari posisi sama tahun sebelumnya surplus Rp69,63 miliar. Beban pajak final Rp12,1 miliar, bengkak dari Rp9,93 miliar. Kerugian atas pembongkaran bangunan Rp4,54 miliar dari nihil. Rugi pembatalan penjualan unit apartemen dan rumah Rp213 juta, susut dari Rp25,11 miliar. Lain-lain Rp12,17 miliar dari Rp43,03 miliar. 


Rugi sebelum taksiran beban pajak Rp40,67 miliar, bengkak dari Rp31,78 miliar. Taksiran beban pajak periode berjalan Rp4,74 miliar, naik dari Rp2,77 miliar. Rugi neto periode berjalan Rp45,42 miliar, naik dari posisi sama tahun sebelumnya Rp34,56 miliar. Laba selisih kurs atas penjabaran laporan keuangan Rp15,68 miliar, melesat dari minus Rp75,59 miliar. 


Total ekuitas terakumulasi senilai Rp7,21 triliun, mengalami koreksi tipis dari posisi akhir tahun sebelumnya senilai Rp7,24 triliun. Jumlah liabilitas tercatat Rp2,63 triliun, mengalami penyusutan dari edisi akhir tahun lalu senilai Rp2,67 triliun. Total aset terkumpul Rp9,84 miliar, mengalami perosotan dari episode akhir tahun sebelumnya senilai Rp9,91 triliun. (*)