EmitenNews.com—Rugi bersih yang dialami PT Kokoh Inti Arebama Tbk (KOIN) berlanjut bahkan lebih dalam pada 2022, menjadi Rp73,27 miliar dari Rp27,84 miliar pada 2021.

 

Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan di Jakarta, Kamis (30/3), emiten yang bergerak di distribusi produk keramik lantai, keramik dinding dan genteng itu sebenarnya mengalami pertumbuhan penjualan sebesar 20,54%, dari Rp2,58 triliun pada 2021 menjadi Rp3,11 triliun pada 2022.

 

Namun, beban pokok penjualan KOIN selama tahun lalu ternyata meningkat 22,03% dari semula Rp2,36 triliun pada 2021 menjadi Rp2,88 triliun pada tahun 2022. Sehingga per akhir 2022, KOIN tercatat meraih laba bruto sebesar Rp223,79 miliar, meningkat dibandingkan Rp215,73 miliar pada 2021.

 

KOIN mengalami rugi sebelum beban pajak penghasilan sebanyak Rp71,17 miliar per akhir 2022. Naik jika dibandingkan per akhir 2021 yang sebanyak Rp25,15 miliar.


Sehingga, KOIN tercatat rugi tahun berjalan untuk jangka waktu yang berakhir 31 Desember 2022 sebesar Rp73,27 miliar, makin meningkat dari periode yang berakhir 31 Desember 2021 senilai Rp27,84 miliar.

 

Adapun jumlah rugi komprehensif yang dapat diatribusikan per akhir 2022 sebesar Rp80,25 miliar. Jumlah ini meningkat dibandingkan per akhir 2021 sebanyak Rp52,20 miliar.

 

Per 31 Desember 2022, KOIN terpantau memiliki jumlah liabilitas yang naik menjadi Rp1,07 triliun, dari Rp968,20 miliar per 31 Desember 2021. Sedangkan, total ekuitas hingga 31 Desember 2022 tercatat sebesar Rp25,84 miliar, atau menurun dibanding 31 Desember 2021 yang mencapai Rp98,30 miliar.