EmitenNews.com - Adi Sarana Armada (ASSA) per 30 Juni 2026 mencatat pendapatan Rp3,06 triliun, tumbuh 8,1 persen dari edisi sama tahun lalu. Laba bersih Rp271,24 miliar, didukung kinerja operasional tetap terjaga. Segmen logistik menjadi kontributor terbesar Rp1,35 triliun atau tumbuh 13,1 persen.

Segmen rental mencatat pendapatan Rp1,04 triliun atau tumbuh 6,5 persen. Segmen ekosistem kendaraan bekas, penjualan kendaraan bekas melalui Caroline.id mencatat pertumbuhan 8,2 persen menjadi Rp565,06 miliar, dan bisnis lelang melalui JBA Indonesia masih menghadapi tantangan pasokan kendaraan.

Selain itu, diversifikasi lini bisnis dengan basis pelanggan beragam juga menjadi salah satu faktor pendukung ketahanan kinerja. Portofolio bisnis terdiversifikasi memungkinkan ASSA memperoleh pendapatan dari berbagai sumber berbeda. ”Kami bersyukur ASSA mampu menjaga pendapatan stabil, menunjukkan fundamental bisnis tetap kuat,” tutur Prodjo Sunarjanto, Direktur Utama ASSA. 

Penguatan Lini Bisnis Utama 

Nah, guna mengawal kinerja positif itu, ASSA tetap fokus memperkuat, dan memperluas layanan logistik agar menjadi penyedia layanan end-to-end logistic paripurna, dan terpercaya. ASSA menuntaskan pembangunan gudang logistik rantai dingin melalui Coldpsace di Pulo Gadung, berkapasitas 20 ribu palet. “Tren permintaan terus berkembang membuat penguatan layanan logistik rantai dingin menjadi penting,” ucapnya.

Di samping itu, seluruh integrasi layanan logistik juga makin diperkuat dengan TMS (Transportation Management System), dan WMS (Warehouse Management System) terus dikembangkan agar pengiriman berjalan optimal hingga end customer. TMS adalah perangkat lunak untuk mengelola pengiriman barang, termasuk pemilihan rute, optimasi armada, dan pelacakan secara real- time. 

Sedang WMS adalah sistem perangkat lunak untuk mengontrol dan mengoptimalkan aktivitas di dalam gudang, seperti penerimaan barang, penyimpanan, dan pengambilan pesanan. Pada lini bisnis rental, ASSA masih memiliki permintaan solid karena tidak bergantung pada satu pasar. Memiliki sumber pendapatan beragam telah menjadikan kinerja lini bisnis ini memiliki ketahanan lebih tinggi menghadapi gejolak ekonomi. 

Pada ekosistem mobil bekas, permintaan pembelian mobil bekas melalui Caroline.id masih kuat. Tantangan datang dari situasi lelang lewat JBA masih fluktuatif. Menilik perkembangan ekonomi semester I tahun ini, ASSA memilih lebih konservatif dalam menentukan target kinerja. Dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi penuh tantangan, ASSA melihat pertumbuhan pendapatan 5-10 persen merupakan target realistis tahun ini. (*)