EmitenNews.com - Harga emas internasional mengalami pemulihan sekitar 1 persen pada perdagangan Selasa (27/10/2026), membawa harga emas spot kembali bergerak di atas level USD4.000 per ons. Penguatan ini terutama didorong oleh penurunan harga minyak mentah yang meredakan kekhawatiran inflasi untuk sementara waktu di tengah berlangsungnya pertemuan kebijakan Federal Reserve (The Fed).

Berdasarkan data Biggo Finance pada Rabu (28/10/2026), harga emas spot menguat 1 persen menjadi USD4.055,14 per ons pada Selasa (27/10/2026), setelah sempat menyentuh level terendah harian di posisi USD3.987,14 per ons. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember ditutup naik 0,9 persen pada level USD4.074,60 per ons.

"Saya pikir saat ini pasar hanya didorong oleh berita utama terkait Timur Tengah dan negosiasi yang sedang berlangsung," ujar Wakil Presiden dan Ahli Strategi Logam Senior Zaner Metals Peter Grant dalam analisisnya, Selasa (27/10/2026). Ia menambahkan bahwa harga minyak yang lebih lemah membantu menekan ekspektasi inflasi serta mengurangi kesediaan The Fed untuk bersikap hawkish, sehingga memberikan dorongan positif bagi harga emas.

Sebaliknya, Analis Pasar di American Gold Exchange Jim Wyckoff menyampaikan pandangan berbeda terkait dampak pergerakan energi terhadap suku bunga acuan.

"Jika harga minyak mentah terus naik, hal itu akan menciptakan masalah inflasi harga yang rumit, yang pada gilirannya akan mendorong bank sentral untuk memperketat kebijakan moneter. Itu adalah faktor negatif bagi harga emas," tutur Analis Pasar American Gold Exchange Jim Wyckoff, Selasa (27/10/2026).

Pada perdagangan yang sama, harga perak spot naik 0,5 persen menjadi USD54,20 per ons dan platinum menguat 0,3 persen ke posisi USD1.530,75 per ons. Sebaliknya, paladium melemah 2,1 persen menjadi USD1.027,67 per ons setelah sempat menyentuh level terendah sejak Juni 2025.

Pasar saat ini mencermati sinyal kebijakan The Fed, di mana data CME FedWatch menunjukkan peluang kenaikan suku bunga sebesar 83 persen pada Desember 2026. Tingkat suku bunga yang tinggi meningkatkan biaya peluang dalam memegang aset tanpa imbal hasil seperti emas. Pelaku pasar juga menantikan rilis data indeks harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) AS pada Kamis mendatang sebagai petunjuk arah inflasi.(*)