Penyaluran Naik 2,5 Persen, Stok Elpiji Aman di 13,5 Hari
:
0
Penyaluran elpiji tercatat mengalami kenaikan sebesar 2,5 persen dari penjualan normal, yakni 29.169 MT/hari dibandingkan dengan 28.468 MT/hari.
EmitenNews.com - Tim Satuan Tugas Ramadan dan Idulfitri (Satgas RAFI) 2024 melaporkan kondisi penyaluran Liquefied Petroleum Gas (LPG/Elpiji) harian selama periode hari raya Idulfitri Tahun 2024 perdaerah dan nasional. Sesuai laporan Satgas RAFI, pada tanggal 6 April 2024 atau H-4 Lebaran status elpiji terpantau aman.
"Hari ini, dari laporan Tim Satgas RAFI, tercatat kondisi stok elpiji sebesar 318.889 Metric Ton (MT) dan rata-rata normal atau Daily Objective Throughput (DOT) 23.637 MT/hari," jelas Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agus Cahyono Adi di Jakarta, Minggu (7/4).
Dari jumlah tersebut, ketahanan stok elpiji atau Coverage Days sekitar 13,49 hari. "Secara umum dapat disampaikan bahwa status elpiji terbilang aman, terutama dari hasil pantauan kami di wilayah Kabupaten Bandung dan Kota Lhoksumawe," tegas Agus.
Sementara untuk penyaluran elpiji tercatat mengalami kenaikan sebesar 2,5 persen dari penjualan normal, yakni 29.169 MT/hari dibandingkan dengan 28.468 MT/hari. Angka tersebut merupakan angka realisasi dari Depot ke SPBE.
Sementara, secara rinci realisasi penjualan dari Stasiun Penjualan Bulk Elpiji (SPBE) ke agen elpiji tiap regional PT Pertamina (persero), yakni Marketing Operation Region (MOR) I sebesar 3.497 MT, MOR II sebanyak 2.395 MT, MOR III sebesar 8.500 MT, MOR IV di angka 4.721 MT, MOR V sebesar 6.117 MT, MOR VI sebanyak 1.896 MT, pada MOR VII sebesar 2.009 MT, dan di MOR VIII sebanyak 34 MT.(*)
Related News
Yield Obligasi 10 Tahun AS dan Australia Bertahan di Bawah 5 Persen
Harga Emas Antam Naik Lagi Rp17.000 per Gram
Saham-Saham di AS Ditutup Menguat Karena Harapan Konflik Mereda
Tekanan Hantui Nilai Tukar Rupiah, Potensi Melemah hingga Rp17.420
Harga Emas Dunia Masih Dekati USD4.700 per Ons
Santuni Korban KRL, Bukti Negara Hadir di Tengah Duka





