EmitenNews.com - Valentinus Bimo Kurniatmoko memboyong saham VKTR Teknologi Mobilitas (VKTR). Aksi perdana sang direktur & Chief operating Officer itu, dilakukan dengan menyerok 15 juta lembar. Transaksi akumulasi tersebut telah dipatenkan pada 30 September 2026.

Pembelian terjadi dengan harga pelaksanaan Rp720 per eksemplar. Menyusul skema harga itu, Bimo dipaksa merogoh dana taktis senilai Rp10,8 miliar. Nah, sebagai konsekuensi dari aksi tersebut, untuk kali pertama Bimo mengempit saham perseroan.

Tepatnya, Bimo mengemas 0,3 persen saham VKTR dari sebelumnya nihil. Menyusul transaksi itu, kemarin saham emiten di bawah payung Grup Bakrie tersebut mengalami koreksi 1,2 persen setara 10 poin menjadi Rp825 per lembar.

Sejak awal tahun ini, saham VKTR terpangkas 16,67 persen atau 165 poin dari edisi 2 Januari 2026 di level Rp990. Kalau ditarik lebih jauh yaitu dalam tempo 1 tahun terakhir, saham VKTR melejit 227,38 persen selevel 573 poin dari posisi 9 Oktober 2025 di level Rp252. (*)