Pererat Hubungan Kedua Negara, TNI AU dan RAAF akan Gelar Latihan Bersama
:
0
Pererat Hubungan Kedua Negara, TNI AU dan RAAF akan Gelar Latihan Bersama. dok. Medcom.ID.
EmitenNews.com - Indonesia-Australia mempererat hubungan persahabatan kedua negara, kali ini melalui kerja sama militer. TNI Angkatan Udara (AU) dan Angkatan Udara Australia atau Royal Australian Air Force (RAAF) akan menggelar latihan bersama (latma) bersandi “Elang Ausindo 2023". Latma itu akan digelar di wilayah udara Sulawesi Utara. TNI AU akan mengerahkan pesawat tempur F-16 Fighting Falcon. Sedangkan RAAF rencananya bakal mengerahkan pesawat tempur F-35A.
Meeting Final Planning Conference (FPC) telah digelar guna memantapkan skema dan jadwal. FPC dipimpin oleh Danwing Udara 3 Lanud Iswahjudi Kolonel Pnb Gusti Made Yoga di Manado, Sulawesi Utara, pada Rabu (5/7/2023).
Dalam keterangan Pusat Penerangan (Puspen) TNI, seperti dikutip pada Minggu (9/7/2023) mengungkapkan, tujuan latihan untuk meningkatkan keterampilan dan profesionalitas penerbang tempur dalam suatu operasi bersama. Latihan ini melibatkan pesawat tempur F-16 Fighting Falcon TNI AU dari Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi dan pesawat tempur F-35A dari RAAF.
Sebelumnya, telah dilaksanakan survei sarana dan prasarana untuk persiapan latma Elang Ausindo 2023, di antaranya Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado, Lanudal Manado, Base Ops Lanud Sam Ratulangi, RSAU Dr. Charles P.J Suoth Lanud Sam Ratulangi, dan Mako Lanud Sam Ratulangi.
Latma Elang Ausindo merupakan latihan untuk memperkaya keahlian tempur angkatan udara kedua negara sembari memupuk persahabatan. Kedua angkatan udara akan berlatih manuver dasar bertempur (basic fighting manoeuvre) yang meliputi pertarungan satu lawan satu, dua lawan dua, dan empat lawan empat. ***
Related News
Ruwatan Trunojoyo: Mutasi 19 Kapolda Amankan Investasi Rp 13.000 T
Kasus Korupsi Iklan Bank BJB, KPK Telusuri Aset Ridwan Kamil
Apresiasi Untuk Olah Sampah Berbasis Biodigester di Rusunawa Rorotan
Ancaman Rp360 T Dari Kisruh Investasi di Jatiluhur
Ingat Tragedi Semikonduktor 1980-an, Kisruh Data Center Jabar
Kelola Ekosistem Desa, Manajer KDKMP Digaji Hingga Rp8,3 Juta





