Perkuat Bisnis MRO, GMFI Jalin Kemitraan Strategis di Asia Pasifik
:
0
PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) atau GMF, bagian dari Garuda Indonesia Group. Foto: GMFI
EmitenNews.com - PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) atau GMF, bagian dari Garuda Indonesia Group, memperkuat bisnis dan layanan maintenance, repair, overhaul (MRO) di Asia Pasifik. Hal itu dilakoni melalui sejumlah kemitraan strategis dan proyek perawatan pesawat baru yang dikukuhkan dalam ajang MRO Asia-Pacific 2026 di Singapore EXPO, (23–24/09).
Selama ajang tersebut, GMF memperkuat sejumlah kemitraan strategis dengan berbagai pelaku industri aviasi.
Bersama FTAI Aviation Ltd. (FTAI), perusahaan Amerika Serikat yang berfokus pada penyediaan mesin pesawat, GMF membangun kemitraan jangka panjang untuk mengembangkan bisnis perawatan engine dan APU di Asia Pasifik. Pada tahap awal, kerja sama mencakup mesin CFM56-5B dan CFM56-7B serta APU seri GTCP131-9, dengan jaminan alokasi kapasitas bagi FTAI selama lima tahun ke depan.
Bersama PT VELA Prima Nusantara, perusahaan manufaktur dan pengembang Advanced Air Mobility (AAM) asal Indonesia, GMF menandatangani MoU untuk mengeksplorasi pengembangan GMF sebagai MRO Approved Facility bagi Vela Alpha. Pesawat Advanced Air Mobility ini menggunakan teknologi electric Vertical Take-Off and Landing (eVTOL) dan hybrid Vertical Take-Off and Landing (hVTOL). Eksplorasi mencakup kesiapan fasilitas, kompetensi teknis, serta dukungan pengembangan dan sertifikasi.
Bersama AerOne Techniques Pte Ltd, perusahaan yang bergerak di bidang pengelolaan dan distribusi komponen pesawat dan mesin, termasuk used serviceable material, repair management, serta Parts Manufacturer Approval (PMA), GMF menjajaki peluang pengembangan PMA sebagai bagian dari eksplorasi pengembangan dan produksi komponen pesawat yang berpotensi memperluas pilihan parts bagi maskapai/operator sesuai kebutuhan pasar.
Sementara itu, bersama PDQ Aerospares, perusahaan penyedia produk aerospace consumables untuk industri MRO, GMF memperkuat kerja sama perdagangan trading material pesawat. Kerja sama ini membuka peluang untuk mengoptimalkan pemanfaatan material sekaligus memperluas layanan dan jaringan bisnis aftermarket GMF.
Penguatan Proyek Maintenance
Selain memperluas kemitraan, GMF juga mengukuhkan sejumlah proyek perawatan pesawat bersama pelanggan di kawasan Asia Pasifik, yang mencakup:
- Thai VietJet untuk proyek perawatan Airbus A320.
- Cebu Pacific untuk proyek perawatan 43 pesawat Airbus A320 dan A330 periode 2027-2028, serta proyek perawatan pesawat ATR.
- AirZeta untuk proyek perawatan Boeing B747-400 pada 2027-2030.
- Air Navigator untuk proyek perawatan pesawat ATR untuk periode 2026-2027.
- Japan Airlines untuk penyediaan layanan Line Maintenance dan Ground Handling di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng.
“Berbagai kerja sama dan proyek yang kami kukuhkan di MRO Asia-Pacific menunjukkan kepercayaan pelanggan dan mitra terhadap kapabilitas GMF sekaligus membuka peluang pertumbuhan bisnis yang lebih luas,” ujar Direktur Utama GMF, Andi Fahrurrozi.
Momentum tersebut diperkuat melalui pertemuan GMF dengan sejumlah maskapai dan pelaku industri, antara lain GE Aerospace, Aero Dili, Lufthansa Shenzhen, PNG Air, Lao Airlines, Jetstar, K-Mile, All Nippon Airways, Thai Airways, Trinity Airways, Sun PhuQuoc, dan Thai AirAsia Berhad. Pembahasan terfokus pada peluang kerja sama dan proyek baru di berbagai lini layanan, seperti Airframe, Engine, Component, Line Maintenance, Cabin Services, dan Engineering Services.
Related News
Tekanan Keuangan Emiten Hary Tanoe (MSKY), Hadapi PKPU Lagi
Pengusaha Muda Gabriel Rey, Bidik Lagi Saham Guna Timur Raya (TRUK)
Bayan Pastikan Dato' Low Tuck Kwong Pertahankan Pengendalian
LPKR Alihkan Hak Eksklusif Lippo Plaza Kupang, Nilainya Rp403 Miliar
Putra TP Rachmat Beli 500 Ribu Saham Triputra (TAPG), Nilainya Rp1M
Tahir Raup Rp474 Miliar dari Jual 0,4 Persen Saham MPRO





