EmitenNews.com - Layanan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) akan terus diperluas ke berbagai negara. Pada tahun ini, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo mengatakan, layanan transaksi digital melalui ponsel itu bisa digunakan di 8 negara multikawasan. Di Indonesia layanan QRIS telah dimanfaatkan oleh 60 juta pengguna, 45 juta di antaranya merupakan UMKM. Transaksinya telah mencapai pertumbuhan 139,99 persen, 

Perry Warjiyo mengklaim, penggunaan QRIS itu, tak lagi hanya di kawasan Asia, seperti yang selama ini berlaku di Malaysia, Thailand, Singapura, dan Jepang, melainkan juga di China, Korea, India, hingga Timur Tengah, seperti Arab Saudi.

"QRIS akan kami perluas ke delapan negara. Setelah Malaysia, Thailand, Singapura, dan Jepang, akan berlanjut ke China, Korea, India, dan juga dengan Arab Saudi," kata Gubernur BI Perry Warjiyo saat meluncurkan Laporan Perekonomian Indonesia 2025, Jakarta, Rabu (28/1/2026).

Layanan QRIS lintas negara pertama kali diterapkan di Thailand sejak 2022. Lalu berlanjut ke Malaysia dan Singapura pada 2023. Pada 2025 sudah di Jepang.

Untuk China dan Korea Selatan kata Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta akan mulai bisa digunakan pada kuartal I-2026.

"Ya, dalam waktu dekat mudah-mudahan sebelum Triwulan I kita sudah bisa implementasi dengan Tiongkok dan juga Korea Selatan," kata Filianingsih, Rabu (21/1/2026).

Berikutnya, India dan Arab Saudi, belum ada target spesifik akan bisa diimplementasikan kapan. Meski demikian, BI telah menunjuk PT Jalin Pembayaran Nusantara (Jalin) untuk mempersiapkan QRIS Cross Border ke Arab Saudi dan India sejak akhir tahun lalu.

Direktur Utama Jalin, Ario Tejo Bayu Aji mengungkapkan pihaknya menjajaki pengembangan QRIS ke dua negara tersebut pada akhir tahun lalu. Jalin sudah melakukan penjajakan berkaitan dengan penunjukan BI itu.

"Jadi nanti kalau kalau naik haji ataupun umrah nggak perlu lagi bawa uang, tinggal tap-tap aja," katanya usai Mandiri BFN Fest 2025, Kamis (11/12/2025) dikutip dari qris.interactive.co.id.

Untuk di Indonesia layanan QRIS telah dimanfaatkan oleh 60 juta pengguna, 45 juta di antaranya merupakan UMKM. Transaksinya telah mencapai pertumbuhan 139,99% secara tahunan pada akhir 2025 dari Rp659,9 triliun menjadi Rp1.486,8 triliun. 

Dan pada 2026, BI menargetkan nilai transaksi QRIS menjadi Rp3.110,6 triliun dan pada 2027 menjadi Rp5.674,3 triliun. ***