Pertumbuhan Data Penjualan Eceran Lambungkan Lagi Penguatan IHSG

10/06/2021, 16:57 WIB

Pertumbuhan Data Penjualan Eceran Lambungkan Lagi Penguatan IHSG

EmitenNews - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melanjutkan penguatannya pada perdagangan hari ini di tengah aksi beli oleh investor melanda pasar saham di kawasan Asia. Sebelumnya indeks Asia cenderung tertekan dari masih ditunggunya rilis data inflasi US yang baru akan diumumkan hari Kamis malam waktu Indonesia.



"Ekspektasi para pelaku pasar sepertinya melihat tekanan inflasi US cenderung bersifat sementara. Hal itu ditunjukan dengan pergerakan yield US Treasury yang turun ke level 1.49% atau kembali mencatatkan level terendah dalam satu bulan terakhir," kata analis Phillip Sekuritas Dustin Dana Pramitha.



Ia menyebut sentimen positif yang mendorong laju penguatan indeks hari ini adalah rilis data penjualan eceran Indonesia bulan April yang menunjukan adanya pertumbuhan yang positif sebesar 15.6% YoY, atau mencapai yang tertinggi sepanjang 5 tahun terakhir. Sedangkan secara bulanan penjualan eceran tumbuh 17.3%.



Pertumbuhan positif ini menjadi yang pertama kali terjadi sejak bulan Desember 2020 lalu. Capaian tersebut sekaligus lebih baik jika dibandingkan kondisi bulan Maret. Kontribusi kenaikan penjualan eceran disumbang oleh segmen makanan, minuman & tembakau yang tumbuh 26.7% sementara segmen informasi & komunikasi terkontraksi sebesar -38.8%. Secara bulanan penjualan eceran tumbuh 17.3%.



Jepang kembali optimis terhadap perekonomiannya yang akan pulih setelah kenaikan kasus Covid-19 melanda negara tersebut. PM Jepang menargetkan distribusi vaksin selesai antara bulan Oktober-November. Sementara itu gubernur bank sentral China mengumumkan tingkat inflasi saat ini masih dalam kendali setelah data PPI di bulan Mei tumbuh 9% atau yang tertinggi selama 10 tahun terakhir akibat naiknya harga beberapa komoditas dunia.



Mayoritas mata uang di kawasan Asia juga menguat di samping investor yang mencermati rilis data Inflasi malam ini. Sikap investor yang cenderung melihat arah kebijakan bank sentral yang belum akan merubah kebijakan moneter nya membuat mata uang rupiah menguat +0.11%.



Data penambahan pekerja yang belum sesuai dengan ekspektasi membuat pelaku pasar percaya The Fed belum akan merubah kebijakan nya dalam waktu dekat.


Author: F J