EmitenNews.com - Kinerja keuangan emiten offshore Prajogo Pangestu, PT Petrosea Tbk. (PTRO) melesat tajam sepanjang 2025. Perseroan mencatat laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar USD28,80 juta, melonjak 197,21 persen secara year on year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD9,69 juta.

Mengutip laporan keuangan yang dirilis Jumat (6/3/2026), lonjakan laba PTRO tersebut ditakar sejalan dengan pertumbuhan pendapatan. PTRO membukukan pendapatan sebesar USD886,45 juta, meningkat 28,32 persen yoy dari sebelumnya USD690,81 juta. Di sisi lain, beban usaha langsung turut naik 28,93 persen yoy menjadi USD774,23 juta dari USD600,52 juta.

Meski demikian, perseroan masih mampu mencetak laba kotor sebesar USD112,22 juta, meningkat 24,30 persen yoy dibandingkan USD90,28 juta pada periode sebelumnya. Sementara itu, laba sebelum pajak alias EBITDA melonjak tajam menjadi USD39,27 juta, atau naik sekitar 399,62 persen yoy dari USD7,86 juta.

Lalu dari sisi neraca keuangan, total aset perseroan tercatat sebesar USD1,58 miliar hingga akhir 2025, meningkat 82,19 persen yoy dibandingkan posisi USD867,26 juta pada akhir 2024. Total liabilitas juga meningkat menjadi USD1,27 miliar dari USD617,51 juta atau tumbuh 105,67 persen yoy. Sementara itu, total ekuitas naik menjadi USD307,4 juta dari USD249,7 juta atau bertambah 23,11 persen yoy.

Beriringan dengan terbitnya pembukuan keuangan tahun penuh 2025 ini, pada perdagangan Jumat (27/2) saham PT Petrosea Tbk (PTRO) justru terpantau rontok hingga 5,65 persen atau drop 295 poin di level Rp4.930.