Pilih BMRI, PGEO Endapkan Dana IPO Rp3,73 Triliun Bunga 4,31 Persen
:
0
Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) yang dioperasikan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO)
EmitenNews.com - Pertamina Energy (PGEO) menyerap dana Initial Public Offering (IPO) senilai Rp5,03 triliun. Alokasi tersebut sekitar 57,39 persen dari total raihan bersih dana penawaran umum perdana saham Rp8,77 triliun. So, dana IPO tersisa Rp3,73 triliun alias sekitar 41 persen.
Rincian serapan dana IPO perseroan sebagai bberikut. Senilai Rp2,59 triliun alias 29,62 persen dari alokasi awal Rp3,98 triliun setara 45,41 persen dana IPO untuk Capital expenditure (Capex) atau investasi pengembangan kapasitas tambahan dari WKP operasional perseroan saat ini dilakukan melalui pengembangan konvensional, dan utilisasi cogeneration technology untuk memenuhi permintaan tambahan dari pelanggan existing perseroan (55 persen dari 85 persen Capex).
Lalu, sekitar Rp37,4 miliar alias 0,43 persen dari alokasi awal Rp2,39 triliun setara 27,23 persen untuk Capital expenditure (Capex) atau investasi pengembangan kapasitas tambahan dari WKP operasional Perseroan saat ini dilakukan melalui pengembangan konvensional dan utilisasi cogeneration technology untuk mengantisipasi kebutuhan pasar baru (33 persen dari 85 persen Capex).
Berikutnya, sekitar Rp869,16 miliar alias 9,9 persen dari alokasi awal Rp869,16 miliar atau 9,89 persen untuk Capital expenditure (Capex) atau investasi pengembangan kemampuan digital, analitik, dan manajemen reservoir untuk mendukung production, operation & maintenance excellence (12 persen dari 85 persen Capex.
Terakhir, Rp1,53 triliun alias 17,44 persen terserap penuh untuk pembayaran sebagian facilities agreement tertanggal 23 Juni 2021 antara perseroan dengan mandated lead arrangers, kreditur sindikasi awal, dan Bank Mandiri (BMRI) sebagai facility agent. Jadi, sisa dana IPO Rp3,73 triliun rinciannya sebagai berikut.
Yaitu, ditempatkan di Bank Mandiri dengan berdurasi triwulan berbunga 4,31 persen. Sekadar diketahui, pada 16 Februari 2023, anak usaha Pertamina itu, mengemas dana IPO kotor Rp9,05 triliun. Setelah dikurangi biaya penawaran umum Rp283,1 miliar, sisa bersih dana IPO senilai Rp8,77 triliun. (*)
Related News
Bayan Pastikan Dato' Low Tuck Kwong Pertahankan Pengendalian
LPKR Alihkan Hak Eksklusif Lippo Plaza Kupang, Nilainya Rp403 Miliar
Putra TP Rachmat Beli 500 Ribu Saham Triputra (TAPG), Nilainya Rp1M
Tahir Raup Rp474 Miliar dari Jual 0,4 Persen Saham MPRO
Nasabah 3,9 Juta Bank Aladin Syariah (BANK) Siap Perluas Akses Layanan
Livin’ Merchant Bank Mandiri Permudah Pelaku Usaha Hadapi Era Digital





