EmitenNews.com - Pemerintah bakal mengoptimalkan ajang Trade, Investment, and Industry Working Group (TIIWG) untuk menggaet lebih banyak investor global khususnya dari negara-negara G20. TIIWG merupakan agenda strategis yang menjadi bagian dari Presidensi G20 yang rencananya akan digelar di Solo, Jawa Tengah pada 29 Maret - 1 April 2022 dengan dihadiri perwakilan dari negara anggota G20.


Deputi Bidang Kerjasama Penanaman Modal Kementerian Investasi/ BKPM , Riyatno optimistis momentum G20 dapat mendorong pencapaian target investasi sebesar Rp1.200 triliun pada 2022. Melalui forum TIIIWG itu pihaknya bersama Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) bakal menyampaikan peluang-peluang investasi di Indonesia.


"Pemerintah menyusun sejumlah strategi untuk mencapai target investasi yang ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo tersebut," jelas Riyatno dalam pers briefing virtual, Jumat kemarin.


Strategi tersebut antara lain meningkatkan koordinasi antara kementerian/lembaga dan pemerintah daerah (Pemda) untuk meningkatkan realisasi di empat wilayah, mencakup Sumatera (Wilayah I), DKI Jakarta dan Kalimantan (Wilayah II), Jawa Barat dan Sulawesi (Wilayah III), serta Jawa Timur hingga Papua (Wilayah IV).


Strategi lainnya adalah membuat daftar 100 besar investasi di masing-masing provinsi. Daftar ini diharapkan mampu memfasilitasi perusahaan-perusahaan besar, baik Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri ( PMDN ).


"Selanjutnya, pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Realisasi Investasi ditujukan untuk memastikan realisasi investasi bagi penanaman modal dalam negeri dan penanaman modal asing yang telah memiliki perizinan berusaha," ujarnya," ujarnya.

Sementara Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin, Eko S.A. Cahyanto menyebutkan, melalui pertemuan TIIWG diharapkan dapat tercapai langkah-langkah konkret mengenai implementasi kerja sama antara para anggota G20 maupun stakeholders terkait.


"Ada kepentingan besar dari pemerintah Indonesia dalam Presidensi G20 tahun 2022 untuk mengangkat isu industri, investasi dan kerja sama perdagangan dalam forum TIIWG," kata Dirjen Eko.


Sektor industri sampai saat ini merupakan bagian terbesar dari porsi investasi dan perdagangan Indonesia. Selain itu, 15% ekonomi negara-negara anggota G20 juga berasal dari industri. Karenanya, pemerintah ingin agar isu industri dibahas secara mendalam pada gelaran G20 kali ini guna memulihkan ekonomi secara inklusif dan berkelanjutan.


Eko menambahkan bahwa TIIWG akan akan dihadiri para delegasi G20 dan tamu naratetama ( VVIP ) dari organisasi-organisasi Internasional. Dalam pertemuan pertama ini akan dibahas tiga dari enam isu utama dalam TIIWG, yakni Peran Sistem Perdagangan Multilateral untuk akselerasi pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), perdagangan digital dan rantai nilai global berkelanjutan (Sustainable Global ValueChain/GVCs) yang berkelanjutan, serta industrialisasi inklusif yang berkelanjutan melalui Industri 4.0.


Dijelaskannya bahwa Kota Solo dipilih sebagai tempat pelaksanaan karana beberapa alasan. Pertama, Solo merupakan kota dengan sejarah kejayaan yang panjang di masa lalu, termasuk sebagai pusat industrialisasi di Pulau Jawa. Kemudian Solo menjadi salah satu tujuan utama investor untuk merealisasikan rencana investasi dan perluasan usahanya.


"Di Solo Raya, selama sepuluh tahun terakhir, industrialisasi berjalan cukup masif. Beberapa industri memilih Solo Raya sebagai homebase produksi," jelas Eko.